News

Mahyeldi Dorong Penanganan Gangguan Mental Sumbar Meluas

17
×

Mahyeldi Dorong Penanganan Gangguan Mental Sumbar Meluas

Sebarkan artikel ini
kasus-gangguan-mental-meningkat,-mahyeldi-ajak-semua-pihak-perkuat-kolaborasi
Kasus Gangguan Mental Meningkat, Mahyeldi Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai persoalan kesehatan mental kini semakin mendesak untuk ditangani. Lonjakan kasus bunuh diri, gangguan mental pada anak dan remaja, serta berbagai masalah sosial dinilai bisa menghambat kualitas sumber daya manusia dan target Indonesia Emas 2045.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025-2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Rini Gusya Liza beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperluas layanan kesehatan jiwa agar semakin menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Mahyeldi menegaskan organisasi profesi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja sama dengan organisasi profesi.

“Kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin antara Pemprov Sumbar dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar. Menurut dia, pengabdian para dokter hingga ke desa dan nagari telah memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari. Semangat pengabdian seperti ini perlu terus diperkuat, termasuk oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Di hadapan pengurus PDSKJI Sumbar, Mahyeldi juga mendorong agar lebih banyak agenda nasional digelar di Sumatera Barat. Ia menilai kegiatan berskala nasional tak hanya memperkuat pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga menggerakkan pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.

“Kalau kegiatan nasional dokter spesialis dilaksanakan di Sumbar, manfaatnya bukan hanya untuk dunia kesehatan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga UMKM. Kami berharap PDSKJI dapat mempertimbangkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah agenda nasional,” ucapnya.

Mahyeldi turut menyoroti meningkatnya gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi peringatan serius yang harus ditangani semua pemangku kepentingan.

“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ketua IDI Wilayah Sumbar Roni Eka Sahputra mengatakan pelantikan PDSKJI menjadi bagian dari penguatan koordinasi organisasi profesi di bawah naungan IDI untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menyebut tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. PDSKJI selama ini juga selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” ujarnya.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI Srimpi Indah Zulaika juga menyampaikan apresiasi atas kembali terpilihnya Rini Gusya Liza memimpin PDSKJI Sumbar. Menurut dia, kepercayaan itu menjadi modal untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program organisasi.

“Tantangan kesehatan jiwa semakin besar, baik karena persoalan sosial, perkembangan digital, maupun tekanan ekonomi. Pengurus Pusat PDSKJI siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana,” katanya.