News

Martinel Lolos Lisensi Wasit AKF, Pimpin Karate Asia Selatan

57
×

Martinel Lolos Lisensi Wasit AKF, Pimpin Karate Asia Selatan

Sebarkan artikel ini
martinel-lulus-lisensi-wasit-akf,-bersama-septri-pimpin-kejuaraan-karate-di-bangladesh
Martinel Lulus Lisensi Wasit AKF, Bersama Septri Pimpin Kejuaraan Karate di Bangladesh

Dhaka – Karateka senior Sumatera Barat, Martinel Prihastuti, sukses melewati ujian lisensi wasit Asian Karate Federation (AKF) dalam rangkaian 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup di Dhaka, Bangladesh, pada 15-19 Juli 2026.

Setelah dinyatakan lulus, Martinel langsung mendapat kepercayaan memimpin pertandingan pada ajang karate tingkat Asia Selatan tersebut. Kegiatan itu juga digelar bersamaan dengan AKF Referee and Coaches Course & Examination.

Martinel menjadi satu dari tujuh wasit Indonesia yang bertugas di kejuaraan itu. Sumatera Barat juga mengirim Dr. Septri yang sudah mengantongi lisensi wasit AKF.

Keduanya ikut memimpin jalannya pertandingan bersama lima wasit Indonesia lainnya. Dr. Septri merupakan mantan karateka Sumbar sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.

Ia juga menjabat Wakil Ketua Umum II KONI Sumatera Barat dan Ketua Pelaksana Porprov Sumbar XVI 2026. Sementara itu, Martinel adalah mantan atlet nasional asal Sumbar yang pernah menyumbang medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2007, 2009, dan 2012.

Di dunia karate, Septri menyandang DAN IV dari Perguruan Lemkari, sedangkan Martinel berstatus DAN IV dari Perguruan Inkado. Septri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Martinel yang lolos ujian lisensi wasit AKF dan dipercaya memimpin pertandingan di level internasional.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi Martinel secara pribadi, tetapi juga bagi Sumatera Barat dan Indonesia. Ia telah membuktikan bahwa pengalaman dan kualitas atlet dapat terus dikembangkan dalam bentuk pengabdian baru sebagai wasit internasional,” ujar Septri.

Ia menilai capaian itu juga memperkuat eksistensi sumber daya manusia karate Sumbar di kancah internasional. “Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet dan insan karate Sumbar lainnya untuk terus berkembang dan mengambil peran di tingkat internasional,” tambahnya.

Martinel mengaku bersyukur bisa mengikuti ujian lisensi wasit AKF sekaligus mendapat kepercayaan memimpin pertandingan di Bangladesh. “Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengikuti ujian lisensi wasit AKF dan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin pertandingan. Ini tentu menjadi pengalaman dan tanggung jawab besar bagi saya,” kata Martinel.

Karateka yang akrab disapa Utik itu menuturkan, untuk meraih lisensi wasit internasional dibutuhkan persiapan yang matang. Menurut dia, calon wasit harus memahami regulasi pertandingan dan mampu mengambil keputusan secara tepat serta objektif.

“Dari pengalaman sebagai atlet, saya belajar tentang disiplin, sportivitas, dan bagaimana menghadapi tekanan dalam pertandingan. Pengalaman itu sekarang saya bawa ke dunia perwasitan. Mudah-mudahan saya bisa terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik untuk karate Indonesia,” ujarnya.

Keterlibatan dua wasit asal Sumbar itu menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kompetensi wasit berlisensi AKF. Wasit internasional juga diwajibkan mengikuti officiating pada kejuaraan internasional secara berkala sebagai syarat pemeliharaan kompetensi dan lisensi.

Kejuaraan 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup di Dhaka mempertemukan karateka dari berbagai negara di Asia Selatan. Ajang ini juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas wasit dan pelatih di bawah naungan Asian Karate Federation dan World Karate Federation.

Keberhasilan Martinel Prihastuti lolos ujian lisensi wasit AKF, ditambah kepercayaan kepada Dr. Septri untuk memimpin pertandingan, menegaskan peran Sumatera Barat dalam pengembangan karate dan perwasitan di tingkat internasional.