www.domainesia.com
News

Ngopi Santai, Pemimpin Daerah Bahas Masa Depan Olahraga Sumbar di Lapau

45
×

Ngopi Santai, Pemimpin Daerah Bahas Masa Depan Olahraga Sumbar di Lapau

Sebarkan artikel ini
ngopi-di-lapau,-bicara-atletik-dan-asa-besar-koni-sumbar
Ngopi di Lapau, Bicara Atletik dan Asa Besar KONI Sumbar

Limapuluh Kota – Usai pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Sumatera Barat 2025 di GOR Singo Harau, sejumlah tokoh olahraga dan pimpinan daerah melanjutkan diskusi santai di sebuah warung kopi. Pertemuan informal ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan demi kemajuan olahraga Sumatera Barat.

Suasana keakraban terlihat jelas saat Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas; Wakil Ketua DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra; Ketua PASI Sumbar, Sengaja Budi Syukur; Ketua KONI Limapuluh Kota, Wirianto Dt. Paduko Basa Marajo; dan mantan Plt Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, terlibat dalam obrolan yang mengalir tanpa batasan protokoler.

Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, telah meresmikan pembukaan Kejurprov. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PASI Sumbar kepada Limapuluh Kota sebagai tuan rumah. Safni Sikumbang menegaskan kesiapan daerahnya untuk menyukseskan acara tersebut, baik dari segi penyelenggaraan maupun prestasi. “Limapuluh Kota siap meraih dwi sukses: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kami bangga bisa menjadi bagian dari pembinaan atlet-atlet terbaik Sumbar dan Indonesia,” ujarnya dengan antusias.

Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan minum kopi bersama usai acara olahraga ini menjadi forum diskusi yang konstruktif. Topik pembicaraan meliputi evaluasi Kejurprov dan harapan untuk perkembangan KONI serta dunia olahraga Sumatera Barat secara keseluruhan. Ketua PASI Sumbar, Sengaja Budi Syukur, menekankan bahwa Kejurprov bukan hanya sekadar ajang kompetisi. Sengaja Budi Syukur mengatakan, “Ini bukan sekadar kompetisi. Di balik lari cepat anak-anak kita itu ada impian, ada semangat, dan ada tanggung jawab kita semua untuk membimbingnya.”

Dalam kesempatan tersebut, Hamdanus, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembinaan olahraga, menyoroti pentingnya program pembinaan jangka panjang dan dukungan anggaran yang memadai bagi para atlet. Hamdanus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PASI Sumbar ini mengatakan, “Kalau ingin medali di PON, hasilnya tidak instan. Harus dibina sejak usia dini, dilatih serius, didampingi terus. Kejurprov seperti ini adalah pondasinya.”

Di tengah perbincangan, nama Hamdanus mencuat sebagai salah satu kandidat potensial untuk memimpin KONI Sumatera Barat. Pengalaman, rekam jejak, dan semangat kolaboratif yang dimilikinya dinilai sebagai modal berharga untuk memajukan olahraga daerah. Menanggapi hal ini, Hamdanus menyatakan kesiapannya jika diberi amanah. Hamdanus mengatakan, “Kalau memang amanah itu datang, tentu saya siap. Yang penting bukan soal jabatan, tapi niat tulus untuk memajukan olahraga Sumbar.”

Muhammad Iqra Chissa Putra, seorang politisi muda yang memiliki kedekatan dengan kalangan pemuda dan olahraga, menambahkan bahwa sinergi antar lembaga sangat penting untuk memperkuat ekosistem olahraga. Iqra Chissa Putra mengatakan, “Kita harus sinergi. DPRD siap mendukung anggaran dan regulasi yang pro-pembinaan. KONI dan PASI juga harus terus berinovasi. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri.”

Ketua DPRD Doni Ikhlas dan Ketua KONI Limapuluh Kota Wirianto menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerah mereka sebagai tuan rumah Kejurprov. Mereka berharap agar ajang ini tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat klub dan meningkatkan kualitas atlet di daerah. Doni mengatakan, “Ini langkah awal. Semoga Limapuluh Kota bisa jadi gudang atlet, bukan cuma pelengkap event.”

Dari diskusi yang berlangsung santai namun serius tersebut, terungkap kesamaan pandangan bahwa pengelolaan olahraga di Sumatera Barat harus dilakukan dengan penuh dedikasi, strategi yang matang, dan kolaborasi yang solid. Pertemuan di warung kopi itu pun berakhir menjelang senja, meninggalkan sejumlah ide besar yang diharapkan dapat segera direalisasikan. Warung kopi menjadi saksi bisu bahwa langkah-langkah besar seringkali dimulai dari percakapan sederhana di tempat yang hangat dan bersahaja. Semangat untuk memajukan olahraga Sumatera Barat kembali membara, didorong oleh keringat para atlet serta niat dan kepedulian para pemimpinnya.