Padang – Pemerintah Kota Padang memperkuat program ketenagakerjaan untuk menekan angka pengangguran yang kini mencapai 9,70 persen atau sekitar 47.789 orang. Langkah ini diambil untuk mengatasi ketimpangan antara jumlah lulusan pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, mengatakan pihaknya terus menyusun strategi agar pencari kerja memiliki peluang lebih besar. Ia menilai suplai tenaga kerja dari lulusan SMK, SMA, hingga perguruan tinggi belum sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia.
Karena itu, Disnakerin menjalankan bursa kerja dan memperluas program pemagangan di sektor industri serta perhotelan. Dinas tersebut juga membina pencari kerja agar bisa beralih menjadi wirausaha atau pekerja mandiri.
Selain itu, Disnakerin menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) untuk menyediakan pelatihan gratis. Pelatihan itu mencakup perbengkelan, tata boga, hingga satuan pengamanan dengan sertifikasi BNSP.
Ferry menilai peningkatan keterampilan menjadi kebutuhan utama bagi pencari kerja saat ini. Ia mengimbau masyarakat tidak hanya bergantung pada ijazah formal saat bersaing di pasar kerja.
Menurut dia, setiap orang perlu aktif memperkuat kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga membuka peluang kerja ke luar negeri, sehingga calon pekerja diminta menyiapkan kemampuan bahasa asing sejak dini.
Ferry menegaskan, penanganan pengangguran tidak bisa dilakukan pemerintah seorang diri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pelaku industri dan masuknya investasi baru ke Kota Padang.
Ia juga memastikan Disnakerin tetap terbuka bekerja sama dengan perusahaan yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.







