Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat rencana pembangunan 160 unit hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Dukungan lahan seluas 1,5 hektare yang dihibahkan PT Pelalu Raya membuat proses tersebut mulai bergerak ke tahap berikutnya.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi meninjau langsung lokasi pada Rabu (22/7). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum pembangunan dimulai.
Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Ruhyat, mengatakan lahan tersebut sudah dinyatakan layak huni berdasarkan kajian Badan Geologi. Meski begitu, ia menegaskan sertifikat tanah atas nama Pemerintah Kabupaten Agam menjadi syarat utama sebelum konstruksi berjalan.
Ia menilai bantuan ini mendesak karena warga masih membutuhkan tempat tinggal pascabencana. Rumah yang disiapkan yayasan akan dibangun berukuran 6 x 6 meter dengan bahan dasar sepablock.
Setiap unit nantinya dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan perabotan dasar rumah tangga. Skema itu disiapkan untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Iqbal menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan sertifikasi lahan secepatnya. Ia juga mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi dan PT Pelalu Raya atas dukungan mereka dalam pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam Rinaldi menyebut kebutuhan lahan untuk 160 unit hunian mencapai dua hektare. Saat ini, pemerintah daerah masih kekurangan 0,5 hektare untuk memenuhi kebutuhan itu.
Rinaldi memastikan pemerintah akan segera mencari tambahan lahan agar seluruh rencana pembangunan bisa terealisasi. Dengan begitu, para korban bencana hidrometeorologi dapat segera menempati hunian tetap yang telah direncanakan.





