Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan dukungannya terhadap penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui SEIBA Festival ke-4. Langkah ini diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus mempererat jejaring mahasiswa lintas kampus di Sumatra Barat.
Festival yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu dinilai menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan, memperluas kerja sama, dan melahirkan inovasi bagi pembangunan daerah. Pemko Padang melihat ajang tersebut sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk berkontribusi lebih besar.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan komitmen itu saat menghadiri Gala Dinner SEIBA Festival ke-4 di Gedung Youth Center Padang, Selasa (7/7/2026). Ia menilai kegiatan tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan dan memperkuat hubungan antar-kampus.
“Pemko Padang mendukung penuh penyelenggaraan SEIBA Festival dan akan terus mempersiapkan dukungan yang lebih baik untuk pelaksanaan festival pada tahun-tahun mendatang,” ujar Maigus.
Maigus juga menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan. Menurut dia, ide dan kreativitas anak muda dibutuhkan untuk menghadirkan solusi baru bagi daerah.
Ia menambahkan, ruang kolaborasi seperti festival ini perlu terus dikembangkan agar menjadi pusat pertemuan gagasan inovatif dari generasi muda. “Kami berharap melalui kegiatan ini terbentuk jejaring kuat antarmahasiswa. Dengan semangat kolaborasi, akan lahir berbagai program yang bermanfaat bagi kemajuan Kota Padang dan Sumatra Barat,” katanya.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menilai Gala Dinner tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarlembaga pendidikan. Ia menegaskan forum itu bukan sekadar acara seremonial, melainkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan merancang pengembangan festival ke depan.
Martin juga mendorong mahasiswa terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas sebagai modal untuk memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurut dia, keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
“Perbedaan latar belakang bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Dari sinilah lahir inovasi dan kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Martin.
Ia berharap SEIBA Festival berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu melahirkan mahasiswa berkarakter, berprestasi, dan peduli terhadap daerah. Martin juga mengapresiasi dukungan Pemko Padang yang dinilainya menjadi fondasi penting bagi pendidikan, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatra Barat.
Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi itu diharapkan membentuk ekosistem kolaborasi yang solid. Melalui kerja sama tersebut, berbagai gagasan inovatif diyakini bisa lahir untuk menjawab kebutuhan masa depan daerah.





