www.domainesia.com
News

Perangi Narkoba: Selamatkan Generasi Muda Ranah Minang

45
×

Perangi Narkoba: Selamatkan Generasi Muda Ranah Minang

Sebarkan artikel ini
“narkotika,-ancaman-serius-di-ranah-minang”
“Narkotika, Ancaman Serius di Ranah Minang”

BUKITTINGGI – Ancaman narkotika terhadap generasi muda menjadi perhatian utama dalam sebuah pertemuan penting yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Brigjen Pol DR Ricky Yanuarfi, SH, MSi, pada hari Senin, 7 Juli 2025, secara terbuka membahas dampak narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda, ninik mamak, bundo kanduang, serta perwakilan dari pemerintah daerah. Brigjen Ricky, yang juga merupakan putra daerah Rang Kurai, menyoroti bahwa narkoba merupakan sumber dari segala bentuk kejahatan. Brigjen Ricky menegaskan, “Narkoba adalah akar dari segala kejahatan. Jika tidak kita lawan bersama, ia akan menghancurkan siapa saja, tanpa pandang bulu.”

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang narkotika, Brigjen Ricky menggambarkan bagaimana narkoba dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang tidak berperasaan. Ia menjelaskan bahwa individu yang telah terpapar narkoba akan melakukan segala cara untuk memenuhi ketergantungannya, bahkan jika itu berarti menyakiti orang-orang terdekatnya. “Orang yang sudah terpapar narkoba akan melakukan apa saja demi mendapatkannya, bahkan jika itu harus menyakiti keluarganya sendiri,” ungkapnya.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa 1,1% dari total populasi Sumatera Barat telah terpapar narkoba, menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-6 tertinggi dalam peredaran narkoba di Indonesia. Brigjen Ricky menekankan bahwa narkoba tidak mengenal batasan status sosial atau profesi. “Dan jangan kira ini soal status atau profesi. Narkoba tak kenal siapa kamu. Baik pejabat, pelajar, artis, hingga sopir ojek online, semuanya bisa terjerat,” imbuhnya.

Faktor ekonomi seringkali menjadi alasan utama seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Dalam kondisi kehidupan yang semakin sulit, narkoba seringkali dianggap sebagai jalan pintas bagi mereka yang merasa putus asa atau tergoda oleh iming-iming keuntungan instan. Brigjen Ricky mengingatkan bahwa narkoba adalah “one way ticket”, yang berarti tidak ada jalan kembali setelah seseorang terjerat.

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Effendi, menyampaikan pandangannya bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya melanggar hukum positif, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Syaiful Effendi mengatakan, “Islam sangat jelas melarang segala sesuatu yang merusak jiwa. Karenanya, tak ada ruang untuk toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba.” Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor, termasuk pemerintah, tokoh adat, masyarakat, dan media, dalam upaya memberantas peredaran narkoba. “Hanya dengan sinergi penuh kita bisa mengeliminir peredarannya,” ucapnya dengan nada optimis.

Pemerintah Kota Bukittinggi, yang diwakili oleh Drs Johni, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Drs. Johni menjelaskan, “Kami mendukung penuh langkah BNN, termasuk dengan memaksimalkan peran masyarakat adat sebagai garda terdepan dalam penyuluhan dan pencegahan.”

Pertemuan di Bukittinggi ini menjadi momentum penting untuk menyerukan perang terhadap narkoba, bukan dengan kekerasan, melainkan dengan mengedepankan nilai-nilai moral, kesadaran, dan keteguhan. Seluruh elemen masyarakat Bukittinggi menyatakan tekad untuk mewujudkan kota yang bersih dari narkoba, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus.

Brigjen Ricky menutup pertemuan dengan pesan yang menggugah kesadaran, mengingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan harapan dan masa depan. “Kalau kalian pikir narkoba hanya merusak fisik, kalian salah besar. Ia akan membunuh separuh hidup kalian, hati, harapan, dan masa depan,” pungkasnya.