Padang – DPP PKPS menyerukan gerakan tegas untuk menolak berbagai penyakit masyarakat yang dinilai menggerus moral dan mengancam masa depan generasi muda. Organisasi ini menyoroti narkoba, judi online, minuman keras, tawuran, pergaulan bebas, prostitusi, hingga pornografi yang disebut kian meresahkan.
Sekjen DPP PKPS mengatakan kegelisahan itu datang dari banyak kalangan, baik di ranah maupun di rantau. Para orang tua, ninik mamak, alim ulama, dan bundo kanduang, kata dia, sama-sama menyampaikan kekhawatiran atas kondisi sosial yang makin memprihatinkan.
Ia menyebut ancaman itu tidak hanya berasal dari narkoba dan judi online, tetapi juga dari kekerasan remaja, premanisme, dan perilaku menyimpang yang mulai dianggap biasa oleh sebagian orang. Menurutnya, semua bentuk itu bertentangan dengan ajaran agama, adat, dan hukum.
“Atas dasar itu, DPP PKPS menolak segala bentuk penyakit masyarakat,” ujarnya.
Penolakan tersebut, lanjut dia, berlandaskan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ia menegaskan, perilaku merusak itu bertentangan dengan ajaran Islam, nilai ABS-SBK, norma sosial dan budaya Minangkabau, serta ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
DPP PKPS juga menilai tidak ada ruang kompromi bagi narkotika, perjudian, miras, prostitusi, dan pergaulan menyimpang di Pesisir Selatan. “Jika kita kompromi hari ini, kita akan kehilangan satu generasi esok hari,” katanya.
Selain menolak, DPP PKPS menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum. Organisasi itu mendorong pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, dan pemangku adat bergerak bersama dalam pencegahan, pengawasan, penindakan, serta pembinaan.
Menurut DPP PKPS, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Bandar narkoba harus ditindak lebih keras daripada pengguna, sedangkan bandar judi online harus diburu hingga ke akar.
Tempat-tempat yang diduga menjadi sarang maksiat dan miras juga diminta ditertibkan tanpa pandang bulu. DPP PKPS menilai adat perlu berjalan seiring dengan negara dalam menjaga nagari.
Di sisi lain, organisasi ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap generasi muda. DPP PKPS menilai musuh utama bukan orangnya, melainkan pengaruh buruk yang merusak anak kemenakan.
Karena itu, keluarga besar PKPS di kampung maupun di rantau diajak memperketat pengawasan terhadap anak dan kemenakan. Masyarakat juga diminta tidak membiarkan gawai menjadi “tuhan baru” yang memperkenalkan judi dan pornografi kepada anak-anak.
DPP PKPS turut mendorong penguatan pendidikan agama dan adat dengan mengembalikan anak-anak ke TPA, masjid, dan sanggar adat. Selain itu, generasi muda diharapkan mengisi waktu dengan olahraga, kesenian, wirausaha, dan gotong royong.
Pesisir Selatan, menurut DPP PKPS, dikenal sebagai daerah yang melahirkan ulama, pemimpin, dan pejuang berakhlak. Karena itu, wilayah tersebut diminta tidak dibiarkan rusak karena kelengahan masyarakat.
DPP PKPS menegaskan penyakit masyarakat adalah musuh bersama yang harus dilawan seluruh elemen, bukan hanya polisi dan pemerintah. Organisasi itu menilai Pesisir Selatan harus bergerak bersama untuk menyelamatkan anak kemenakan dari ancaman narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.







