Padang – Polda Sumatera Barat memperkuat pengamanan kawasan wisata dengan menggandeng Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar dan Satpol PP Sumbar lewat penandatanganan nota kesepahaman tata kelola berbasis kolaborasi stakeholder.
Kesepakatan itu ditandatangani di Mapolda Sumbar, Jumat (24/7/2026), atas inisiatif Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar.
Penandatanganan disaksikan Auditor Madya Tk. II Sispamobvitnas Baharkam Polri, Kombes Pol. Adrian Indra Nurinta, S.I.K., M.H. Kehadirannya memastikan kerja sama tersebut selaras dengan kebijakan pengamanan objek vital nasional.
Nota kesepahaman ini diarahkan untuk menyusun strategi lintas instansi dalam menjaga kawasan wisata. Upaya itu diharapkan mendorong pembangunan nasional berkelanjutan melalui sektor pariwisata yang aman, tertib, dan kondusif.
Kombes Pol. Adrian menegaskan sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk mengoptimalkan sektor pariwisata. Ia menyebut ada tiga unsur utama yang harus diwujudkan bersama.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata. Ada tiga hal yang harus kita ciptakan bersama, yaitu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Keselamatan adalah hukum tertinggi; kita harus berpikir bahwa keselamatan masyarakat adalah yang utama sebelum mewujudkan keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., mengatakan pihaknya siap mengawal implementasi kesepakatan itu di Ranah Minang.
“Polda Sumbar menyambut baik serta siap mengawal implementasi Nota Kesepahaman Tata Kelola Pengamanan Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi ini. Kehadiran Polri bersama Dinas Pariwisata dan Satpol PP Provinsi Sumbar merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk memberikan jaminan salus populi suprema lex esto-keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata Susmelawati.
Ia menambahkan, pengamanan yang terintegrasi akan membuat destinasi wisata di Sumbar semakin diminati. Kondisi itu juga dinilai dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memberi rasa aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui sinergi tersebut, pengelolaan destinasi wisata di Sumatera Barat diharapkan berjalan lebih profesional dan tangguh. Pemerintah dan aparat juga menargetkan iklim pariwisata yang berkelanjutan serta berdaya saing tinggi.







