www.domainesia.com
News

Semarakkan Ramadan, Nagari Paninjauan Gelar MTQ, Libatkan Puluhan Peserta

26
×

Semarakkan Ramadan, Nagari Paninjauan Gelar MTQ, Libatkan Puluhan Peserta

Sebarkan artikel ini
semarakkan-ramadan,-nagari-paninjauan-gelar-mtq,-libatkan-puluhan-peserta 
Semarakkan Ramadan, Nagari Paninjauan Gelar MTQ, Libatkan Puluhan Peserta 

Solok – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nagari yang diselenggarakan di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, menjadi momentum penting dalam menyemarakkan bulan Ramadhan. Acara yang berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 15 hingga 16 Maret 2026, ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.

Kegiatan MTQ dipusatkan di Mushalla Nurul Ikhsan, Jorong Ganting Tabek, dan berhasil menarik perhatian serta antusiasme masyarakat luas. Mushalla tersebut dipenuhi oleh para peserta, orang tua, dan warga yang ingin menyaksikan secara langsung jalannya perlombaan. Pembukaan MTQ secara resmi dilakukan oleh Walinagari Paninjauan, Hardi Kardanus, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tradisi Ramadhan di nagari tersebut.

Ketua pelaksana MTQ, Harpendi, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 96 peserta yang mewakili delapan jorong di Nagari Paninjauan. Para peserta yang terdiri dari anak-anak hingga remaja, berkompetisi dalam tiga cabang lomba, yaitu Adzan Subuh, Tartil Al-Qur’an, dan Tilawah. Harpendi menuturkan, “Alhamdulillah, partisipasi masyarakat cukup tinggi. Peserta berasal dari berbagai jorong dan sebagian besar adalah generasi muda. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar Al-Qur’an di Nagari Paninjauan masih sangat kuat.”

Lebih lanjut, Harpendi menyampaikan bahwa MTQ tingkat nagari bukan hanya sekadar ajang perlombaan, melainkan juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaring bibit-bibit qari dan qariah yang berpotensi mewakili nagari pada MTQ tingkat kecamatan. Dengan demikian, MTQ menjadi investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Walinagari Hardi Kardanus dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat nagari merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diadakan pada bulan Ramadhan, dengan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan masa libur sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. “MTQ ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda kita agar semakin mencintai Al-Qur’an,” katanya. Ia menambahkan bahwa para pemenang dalam perlombaan ini akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat Kecamatan X Koto Diatas, sehingga diharapkan dapat mengharumkan nama Nagari Paninjauan di tingkat yang lebih tinggi.

Di penghujung sambutannya, Hardi Kardanus mengingatkan masyarakat akan dua agenda penting yang akan dihadapi Nagari Paninjauan pada tahun 2026, yaitu pemilihan Walinagari dan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), serta mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses tersebut. Partisipasi aktif masyarakat dalam agenda-agenda tersebut diharapkan dapat menentukan arah pembangunan nagari ke depan.

Ustadz Tirmidzi, Ketua Dewan Hakim yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Nagari Paninjauan, menjelaskan bahwa penilaian terhadap peserta dilakukan berdasarkan standar yang berlaku pada MTQ tingkat kecamatan hingga kabupaten. Ia didampingi oleh dua anggota dewan hakim lainnya, Nirlifni dan Ahmad Tibrani. Ustadz Tirmidzi mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat nagari memiliki peran penting dalam proses pembinaan qari dan qariah. “Setiap tahun kita berharap selalu muncul generasi baru yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan indah. Mudah-mudahan dari Nagari Paninjauan akan lahir qari dan qariah yang bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selama dua hari penyelenggaraan, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang erat di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nuansa religius di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta mempererat hubungan sosial antar warga Nagari Paninjauan.