www.domainesia.com
News

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter dan Jaringan

9
×

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter dan Jaringan

Sebarkan artikel ini
unand-wisuda-1.321-lulusan,-ini-pesan-rektor-efa-yonnedi,-phd
Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Ini Pesan Rektor Efa Yonnedi, PhD

Padang – Universitas Andalas mengukuhkan 1.321 lulusan dalam Wisuda II Tahun 2026 yang digelar pada 9-10 Mei 2026. Wisuda itu mencakup program Diploma III, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor dari 156 program studi di 15 fakultas.

Ribuan wisudawan resmi menuntaskan masa studi mereka di perguruan tinggi negeri tertua di luar Pulau Jawa tersebut. Acara puncak wisuda berlangsung pada Minggu (10/5/2026).

Rektor Unand Efa Yonnedi, PhD, membuka sambutannya dengan menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Rosina Eflin Kehek, ibu dari salah satu wisudawan Fakultas Farmasi, Thelma Febby Margareth Howay. Rosina diketahui berasal dari Sorong, Papua Barat.

Di hadapan wisudawan dan keluarga, Efa menegaskan bahwa Unand terus bergerak maju. Ia lalu memaparkan sejumlah capaian kampus yang disebutnya sebagai kebanggaan bersama.

“ Saya dengan bangga menyampaikan capaian-capaian yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Salah satu capaian utama Unand ialah akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT yang berlaku hingga Desember 2028. Hingga 2025, sebanyak 57 persen program studi di Unand juga telah meraih akreditasi serupa.

Dari sisi reputasi internasional, Unand mencatat peningkatan peringkat dalam Times Higher Education (THE) 2025. Pada level nasional, Unand naik ke posisi 8 dari sebelumnya 10, sedangkan di tingkat dunia kampus ini berada pada rentang 201-250 dalam Interdisciplinary Science Ranking THE.

Unand juga mempercepat transformasi digital di lingkungan kampus. Langkah itu dilakukan lewat penerapan tanda tangan elektronik pada ijazah, kehadiran platform MyUNAND untuk layanan mahasiswa dan alumni, penggunaan SAKU Digital untuk efisiensi keuangan, serta pengembangan Pusat Layanan Terpadu.

Jumlah lulusan Unand pun terus bertambah. Sepanjang 2025, kampus itu meluluskan 8.180 wisudawan. Saat ini, Unand menaungi lebih dari 32.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 156 program studi.

Efa menegaskan seluruh pencapaian tersebut bukan hasil kerja pimpinan semata, melainkan buah kerja bersama sivitas akademika. Setelah itu, ia mengarahkan pesan kepada para wisudawan yang menurutnya wajar jika sedang memikirkan langkah hidup setelah lulus.

“Saya akan bekerja di mana?” ucapnya, menirukan pertanyaan yang dinilainya jujur dan manusiawi.

Ia lalu menyampaikan enam pesan kepada para lulusan. Pertama, pekerjaan pertama bukan penentu hidup, melainkan awal proses belajar. Ia meminta wisudawan tidak panik bila belum langsung mendapat kerja dan tidak menerima pekerjaan yang keliru hanya karena takut dianggap menganggur.

“Yang membedakan orang sukses bukan di mana ananda mulai, tapi bagaimana ananda belajar dan bergerak dari titik awal itu. Mulailah. Dari mana saja yang bisa dimulai,” ujarnya.

Kedua, menurut Efa, dunia kerja lebih membutuhkan karakter ketimbang sekadar ijazah. Ijazah memang membuka pintu, tetapi karakter menentukan apakah seseorang layak bertahan di dalamnya. Ia menekankan pentingnya disiplin, komunikasi, kejujuran, dan inisiatif.

Ketiga, ia mengingatkan pentingnya membangun reputasi sejak hari pertama bekerja. Rasa belum tahu, katanya, justru bisa menjadi dorongan untuk bertanya dan belajar. Reputasi, lanjutnya, tumbuh dari konsistensi hal-hal kecil, penyelesaian tugas tepat waktu, dan sikap menghormati orang lain.

Keempat, Efa meminta para wisudawan tidak menjual diri terlalu murah, tetapi juga tidak menuntut sebelum memberi. Menurut dia, lulusan Unand memiliki nilai nyata karena berasal dari kampus berakreditasi unggul dan diakui dunia.

“Tunjukkan dulu kontribusimu sebelum menuntut penghargaan,” katanya.

Kelima, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Menurutnya, jaringan adalah aset yang tidak tercatat dalam transkrip nilai. Banyak peluang muncul bukan dari lamaran, melainkan dari rekomendasi relasi yang terbangun baik.

Keenam, ia mengingatkan bahwa lulusan tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga membangun warisan. Jabatan bisa berakhir dan gaji dapat habis, tetapi dampak akan tetap bertahan.

“Apakah tempat ini lebih baik karena saya ada di sini?” kata Efa, seraya menegaskan bahwa jika jawabannya ya, maka seseorang berada di jalur yang benar.

Ia juga mengutip pepatah Minang: “Nan buto pahambuih lasuang, nan pakak palapeh badil, nan lumpuah paunyi rumah, nan kuaik paangkuik baban, nan pandai tampek batanyo, nan cadiak lawan barundiang.”

Menurut Efa, setiap orang punya peran masing-masing. Yang terpenting adalah mengenali kelebihan diri, menempatkan diri dengan tepat, dan memberi yang terbaik.

Di luar rangkaian wisuda, Unand juga tengah bersiap menyambut Dies Natalis ke-70 dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.”