www.domainesia.com
News

Padang Perketat Inflasi Jelang Idul Adha, Pasokan Dijaga

15
×

Padang Perketat Inflasi Jelang Idul Adha, Pasokan Dijaga

Sebarkan artikel ini
jelang-idul-adha,-pemko-padang-perkuat-pengendalian-inflasi
Jelang Idul Adha, Pemko Padang Perkuat Pengendalian Inflasi

Padang – Pemerintah Kota Padang menyiapkan langkah pengendalian inflasi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah dengan memperkuat koordinasi lintas lembaga dan menjaga pasokan pangan tetap aman di daerah.

Upaya itu mengemuka dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang yang digelar di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (7/5/2026).

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan pengendalian inflasi tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Menurut dia, seluruh elemen perlu terlibat, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, BPS, Pertamina, pelaku usaha, hingga perangkat daerah.

Ia menilai kestabilan harga menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, Pemko Padang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama mendekati Hari Raya Idul Adha,” kata Maigus saat membuka kegiatan.

Maigus menyebut ada tiga pemicu yang berpotensi mendorong inflasi, yakni konflik global di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dan tiket pesawat, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha, serta fluktuasi biaya distribusi akibat perubahan harga bahan bakar.

Untuk meredam tekanan harga, Pemko Padang telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 104 kelurahan bersama Bulog dan Bank Indonesia.

Pemko juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah melalui program urban farming sebagai langkah pengendalian inflasi dari tingkat rumah tangga.

Dari sisi pasokan, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, menyebut stok 12 komoditas pangan strategis di Sumbar masih surplus dan aman untuk menghadapi Idul Adha.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tetap waspada terhadap komoditas sensitif, seperti cabai merah, bawang merah, daging sapi, dan daging kerbau.

“Untuk ketersediaan beras di Kota Padang saat ini mencapai 33.506 ton dengan surplus sekitar 25 ribu ton dan ketahanan stok hingga 90 hari. Stok cabai merah tercatat 1.313 ton dengan ketahanan enam hari, sedangkan bawang merah sebanyak 492 ton dengan ketahanan 12 hari,” ujar Iqbal.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Andy Setyo Biwado, menyampaikan inflasi Sumatera Barat pada April 2026 masih terkendali.

Secara year-on-year, inflasi tercatat 1,97 persen dan masih berada di bawah target nasional.

Andy menyebut sejumlah komoditas yang memberi andil terhadap inflasi di Kota Padang antara lain angkutan udara, bawang merah, jengkol, minyak goreng, dan laptop.

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi meliputi cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan.