www.domainesia.com
News

Pemko Padang Percepat Eliminasi TB dengan Dukungan Penuh

3
×

Pemko Padang Percepat Eliminasi TB dengan Dukungan Penuh

Sebarkan artikel ini
kota-padang-catat-capaian-penanganan-tb-terbaik-di-sumbar
Kota Padang Catat Capaian Penanganan TB Terbaik di Sumbar

Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan kesiapan mengambil langkah cepat untuk mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Sumatera Barat. Dukungan itu akan difokuskan pada pendataan pasien, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh dukungan yang disampaikan Kementerian Kesehatan RI. Menurut dia, perhatian pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi daerah dalam mempercepat penanganan TB.

Pernyataan itu disampaikan Maigus usai menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).

“Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat. Dukungan pemerintah pusat sangat berarti, mulai dari pendataan pasien, pengobatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB,” kata Maigus.

Ia menilai kehadiran Wakil Menteri Kesehatan menjadi momentum penting bagi Padang untuk mempercepat eliminasi TB. Maigus menyebut pemerintah kota di bawah arahan Wali Kota Fadly Amran akan bergerak cepat menjalankan langkah-langkah yang dibutuhkan.

“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” ujarnya.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Maigus juga mengajak masyarakat berperan aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok. Ia menegaskan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko penularan sekaligus memperburuk kondisi penderita TB.

“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum. Selain itu, jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan pemerintah pusat terus menggenjot program eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, serta bantuan renovasi rumah bagi pasien dari keluarga kurang mampu.

“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” ujarnya.

Kuliah umum tersebut juga dihadiri Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI dr. Prima Yosephine, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Rektor Unand Efa Yonnedi, Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Dovy Djanas, para kepala daerah se-Sumbar, civitas akademika, serta tenaga kesehatan.