Padang – Kebakaran yang melanda sebuah kawasan padat penduduk di Jalan Ampang Karang Ganting, Kuranji, Kota Padang, pada Kamis (5/3/2026) siang, telah menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp200 juta. Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan risiko kebakaran, terutama di area dengan kepadatan bangunan yang tinggi.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB, ketika api pertama kali terlihat. Menurut keterangan saksi mata, sumber api diduga berasal dari sebuah mobil yang sedang terparkir. Kobaran api kemudian dengan cepat menjalar ke area dapur salah satu rumah warga, memperparah situasi.
Respons cepat dan terkoordinasi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menjadi faktor krusial dalam meminimalisir dampak yang lebih besar. Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menyoroti kecepatan respons timnya dalam menangani kejadian ini. “Unit berangkat satu menit setelah laporan masuk dan tiba di lokasi dalam waktu 6 menit,” ujarnya.
Sebanyak empat unit armada pemadam kebakaran dikerahkan dengan kekuatan 70 personel untuk mengatasi kobaran api. Petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala yang cukup berat, termasuk akses jalan yang sempit dan kepadatan bangunan di sekitar lokasi kejadian. Meskipun demikian, berkat kegigihan dan profesionalisme, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.32 WIB.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup signifikan. Sebanyak 20 orang dari tiga Kepala Keluarga (KK) merasakan dampak langsung akibat kerusakan yang terjadi. Rinaldi memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kerugian yang dialami oleh warga. “Kerusakan berat tercatat pada area dapur dan satu unit kendaraan roda empat. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta,” jelas Rinaldi.
Penyebab pasti dari kebakaran ini masih dalam tahap investigasi oleh pihak kepolisian. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai urgensi tindakan pencegahan kebakaran. Dinas Damkar Kota Padang mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko kebakaran, terutama yang berkaitan dengan kondisi kelistrikan pada kendaraan dan rumah, khususnya di lingkungan padat penduduk. Langkah-langkah preventif diharapkan dapat mengurangi risiko serupa di masa mendatang.







