Painan – Sekjen DPP PKPS Bakri Maulana bersama sejumlah pengurus mengunjungi Pulau Cingkuak setelah menuntaskan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PKPS Se-Indonesia di Painan, Selasa siang (14/7/2026). Kunjungan itu menjadi pilihan rombongan untuk menikmati wisata sejarah sekaligus melepas penat usai agenda organisasi.
Rombongan menyeberang menggunakan perahu wisata dari kawasan Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Perjalanan berlangsung lancar karena ombak relatif tenang dan cuaca cerah.
Selama penyeberangan, para peserta disuguhi pemandangan gugusan perbukitan hijau dan laut biru yang mengelilingi kawasan wisata itu. Suasana di atas perahu tampak akrab dan santai.
Sejumlah pengurus ikut dalam perjalanan tersebut, di antaranya Bunda Amy Anas, Bunda Sol Menon, Bundo Def, dan Frisma Rindu. Mereka terlihat berbincang santai, sesekali bercanda, dan beberapa kali melambaikan tangan ke arah kamera.
Pulau Cingkuak memiliki nilai sejarah yang kuat dan dalam catatan lama juga dikenal sebagai Pulau Cingko oleh bangsa asing. Pulau ini diyakini menjadi lokasi pendaratan awal bangsa Portugis sebelum bergerak ke daratan Sumatera.
“Pulau Cengko ini adalah pulau yang sangat bersejarah karena Portugis mendaratnya di sini untuk masuk ke Pulau Sumatera. Jadi di sini ada benteng, ada Benteng Portugis,” kata Bakri Maulana, yang akrab disapa Pak BM.
Benteng Portugis yang berdiri di pulau itu dibangun pada abad ke-16. Bangunan bersejarah tersebut menjadi penanda penting jalur perdagangan internasional di kawasan Pesisir Selatan pada masa lalu.
Kini, benteng itu menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan wisata Pantai Carocok Painan. Kunjungan ke Pulau Cingkuak juga memberi pengalaman edukatif bagi peserta terkait sejarah maritim Indonesia.
Mereka menilai perjalanan itu bukan hanya hiburan selepas rangkaian Rakernas yang berlangsung 7-9 Juli 2026 di Gedung Painan Convention Center (PCC), tetapi juga sarana mengenal lebih dekat warisan sejarah daerah. Para peserta berharap potensi wisata sejarah seperti Pulau Cingkuak terus dijaga dan dipromosikan lebih luas agar memberi nilai sejarah sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.







