Sawahlunto – Bawaslu Kota Sawahlunto mulai memperkuat pengawasan menuju Pemilu 2029 dengan melibatkan masyarakat sejak dini melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif. Sebanyak 24 peserta mengikuti kegiatan itu di kantor Bawaslu setempat, Rabu (6/8/2026).
Program ini digelar untuk memperluas pengawasan hingga ke tingkat akar rumput. Bawaslu memadukan pertemuan tatap muka dengan sambungan virtual bersama Bawaslu Provinsi Sumatera Barat.
Ketua Bawaslu Kota Sawahlunto menegaskan, pengawasan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan penyelenggara. Menurut dia, masyarakat harus ikut berperan sebagai “mata dan telinga” di lapangan.
“Kami memerlukan bantuan masyarakat, khususnya para kader pengawas partisipatif, sebagai perpanjangan tangan dalam mengawal jalannya pemilu di seluruh tingkatan, mulai dari desa, kecamatan, hingga kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi publik menjadi alat penting untuk menekan potensi pelanggaran. Karena itu, ia berharap para peserta berada di garis depan dalam menjaga integritas, kejujuran, dan keadilan pada setiap tahapan pemilu.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KPU Kota Sawahlunto dan perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika setempat. Kehadiran lintas sektor diharapkan memperkuat iklim demokrasi yang lebih sehat dan transparan di Sawahlunto.





