Jakarta – Bencana hidrometeorologi basah yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah memicu respons cepat dari berbagai pihak, dengan fokus utama pada penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya menyalurkan bantuan dan mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para pengungsi.
Data terkini yang dirilis BNPB pada Senin, 2 Februari, menunjukkan bahwa dampak bencana sangat signifikan. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.204 jiwa, sementara 140 orang masih dinyatakan hilang. Lebih dari 105 ribu jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Upaya penanganan darurat dan pemulihan terus diintensifkan melalui kolaborasi antara BNPB, pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta berbagai kementerian dan lembaga terkait. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan huntara bagi para pengungsi dan memulihkan infrastruktur yang rusak.
Prioritas utama dalam upaya pemulihan adalah membuka kembali akses jalan dan jembatan yang terputus akibat bencana, serta memulihkan kawasan permukiman yang terdampak. Sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, total bantuan logistik yang berhasil disalurkan mencapai 1.767,07 ton.
Pendistribusian logistik dilakukan melalui berbagai moda transportasi, termasuk pesawat charter BNPB, pesawat Hercules, truk jalur darat, dan kapal laut, untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Logistik didistribusikan dari Pos Logistik Sumatra Barat sebanyak 2.321,18 ton dan dari Pos Logistik Aceh sebanyak 2.186,2 ton.
Pembangunan huntara terus dikebut dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadan tiba. Dari total 17.332 unit yang diajukan, sebanyak 5.039 unit telah rampung dan siap untuk dihuni oleh para pengungsi. Sementara itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 14.286 unit.
Penyaluran Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan untuk membantu meringankan beban para korban bencana. Hingga awal Februari 2026, sebanyak 18.938 rekening penerima DTH telah disiapkan, dan bantuan telah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga yang memenuhi syarat.
Sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi yang terdampak bencana. Di Aceh, OMC telah dilaksanakan sebanyak 532 sorti dengan total bahan semai mencapai 508.000 kilogram. Di Sumatra Utara, dilaksanakan 406 sorti dengan total bahan semai 357.000 kilogram. Sementara di Sumatra Barat, dilaksanakan 409 sorti dengan total bahan semai 406.325 kilogram. Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi terjadinya bencana susulan yang dapat memperburuk keadaan.
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam upaya memastikan penanganan bencana berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Sinergi yang solid antara berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak, memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi para korban bencana, serta memperkuat upaya mitigasi risiko bencana di masa mendatang.







