www.domainesia.com
News

Buka Masa Lalu, Aurelie Moeremans Ungkap Beban Terangkat Usai Bicara

66
×

Buka Masa Lalu, Aurelie Moeremans Ungkap Beban Terangkat Usai Bicara

Sebarkan artikel ini
buka-masa-lalu,-aurelie-moeremans-ungkap-beban-terangkat-usai-bicara
Buka Masa Lalu, Aurelie Moeremans Ungkap Beban Terangkat Usai Bicara

Jakarta – Peluncuran buku memoar “Broken Strings” karya Aurelie Moeremans telah memicu diskusi publik, terutama terkait dengan representasi karakter ‘Bobby’ yang diduga merujuk pada Roby Tremonti. Aurelie Moeremans mengungkapkan bahwa penerbitan buku ini merupakan bagian dari proses pribadinya untuk berdamai dengan pengalaman masa lalu, serta memberikan dukungan bagi individu lain yang mungkin mengalami situasi serupa.

Aurelie mengakui adanya keraguan awal sebelum memutuskan untuk mempublikasikan buku yang mengungkap detail kehidupan pribadinya. Kekhawatiran muncul terkait potensi terbukanya kembali luka lama akibat cerita yang terlalu intim. Aurelie mengatakan pada Rabu (14/1/2026), “Aku manusia, jadi jujur aja, sempat kepikiran. Ada momen aku bertanya ke diri sendiri, ‘apakah aku terlalu jauh?’, ‘apakah aku membuka sesuatu yang seharusnya diam saja?’”

Namun, keraguan tersebut berhasil diatasi berkat dukungan yang diterimanya, terutama dari mereka yang merasa terinspirasi oleh keberaniannya dalam berbagi pengalaman pahit. Dukungan ini memantapkan keputusannya untuk menerbitkan “Broken Strings”. Aurelie menjelaskan, “Tapi perasaan itu tidak lama karena setiap kali keraguan datang, selalu ada pesan dari orang yang bilang, ‘aku jadi berani ngomong’, ‘aku jadi ngerti anakku’, atau ‘aku akhirnya sadar ini bukan salahku’.”

Di sisi lain, popularitas buku tersebut juga memicu polemik baru dengan mantan pasangannya, Roby Tremonti, yang mengklaim bahwa mereka pernah terikat dalam pernikahan. Menanggapi klaim tersebut, Aurelie Moeremans merasa lega karena akhirnya dapat mengungkapkan kebenaran tentang masa lalu yang penuh tantangan, termasuk isu pernikahan yang tidak sah dan pengalaman kekerasan yang dialaminya. “Rasanya seperti beban yang selama ini aku pikul sendiri, sekarang dipegang ramai ramai, dengan empati, bukan penghakiman,” ungkapnya.