Padang – Pemerintah Kota Padang tengah berupaya mempercepat penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Batu Busuak, Kecamatan Pauh. Targetnya, 100 unit Huntara dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu ke depan.
Pembangunan Huntara dipusatkan di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, tepatnya di sekitar area jalan Parewa Coffe. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi tempat tinggal yang aman dan layak bagi para korban bencana yang terjadi pada akhir November lalu.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, yang juga menjabat sebagai sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar, meninjau langsung lokasi pembangunan pada Minggu (14/12/2025). Ia menekankan bahwa fokus saat ini adalah perataan lahan sebelum dimulainya konstruksi pada hari Senin (15/12/2025).
Evi Yandri Rajo Budiman mengungkapkan keyakinannya terhadap kelancaran proyek ini. “Kami targetkan pada 22 Desember, seratus unit huntara sudah siap huni, untuk warga korban banjir di kecamatan pauh, sehingga mereka bisa lebih aman dan nyaman memulai aktivitas pasca bencana banjir bandang akhir November lalu,” sebut Wakil Ketua DPRD Sumbar tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, lahan yang digunakan untuk pembangunan Huntara merupakan hasil kerjasama antara tokoh masyarakat setempat (ninik mamak) dengan Evi Yandri Rajo Budiman, yang telah diinisiasi sejak satu minggu pasca terjadinya banjir bandang. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam merespon kebutuhan mendesak korban bencana.
Selain itu, dukungan finansial untuk proyek ini diperoleh melalui komunikasi yang intensif antara Vasko Ruseimy dan Raffi Ahmad, yang bersedia memberikan bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang di Sumatera Barat. Keterlibatan tokoh publik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
Evi Yandri, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar, secara proaktif mengawasi seluruh tahapan pembangunan Huntara. Mulai dari penyediaan lahan yang difasilitasi melalui komunikasi yang baik dengan ninik mamak di Nagari Pauh Limo, Kecamatan Pauh, hingga proses pembersihan lahan dan persiapan pembangunan yang dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian Huntara, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.







