Padang – Peringatan Jubileum ke-75 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Padang di Gereja HKBP Padang Ressort Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026), menegaskan peran kebersamaan lintas iman sebagai fondasi pembangunan Kota Padang yang harmonis dan maju.
Acara bertema “Diperbaharui Menjadi Berkat dalam Penyertaan Tuhan” itu dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, sejumlah tokoh gereja, dan ratusan jemaat.
Dalam sambutannya, Fadly menekankan bahwa kerukunan umat beragama dan keberagaman harus terus dijaga sebagai modal utama pembangunan daerah. Ia menyebut semangat itu sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat yang berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera.
“Padang adalah kota rantau yang penuh keberagaman dan tempat masyarakat hidup berdampingan secara harmonis sejak dulu. Keberagaman ini harus terus dijaga sebagai kekuatan untuk membangun kejayaan Kota Padang,” kata Fadly Amran.
Ia juga menambahkan, Padang telah lama tumbuh sebagai kota majemuk yang dibentuk oleh budaya dan masyarakat perantau. Karena itu, menurut dia, toleransi dan kebersamaan perlu terus dipelihara agar menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan kota.
Fadly turut mengapresiasi perjalanan HKBP Padang yang selama 75 tahun terlibat dalam pembinaan iman, pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan kehidupan masyarakat. Ia berharap gereja itu terus menjadi perekat kerukunan dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi warga.
“Semoga di usia ke-75 tahun, HKBP Padang terus menjadi perekat kerukunan, membawa manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Padang,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan, jemaat HKBP memasangkan kain ulos kepada Fadly Amran. Momen tersebut dimaknai sebagai simbol kedekatan antara jemaat dan pemerintah daerah.
Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, menilai kehadiran Wali Kota Padang menunjukkan kuatnya toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Sumatera Barat, terutama di Kota Padang.
Ia menjelaskan, HKBP berkembang bersama masyarakat Batak perantau di berbagai daerah, termasuk Padang, dengan jumlah jemaat sekitar 6,5 juta dan 3.800 gereja di Indonesia maupun luar negeri.
Eldarton juga menilai budaya merantau masyarakat Batak dan Minangkabau dapat menjadi modal kebersamaan untuk terus mendorong kontribusi bagi kemajuan daerah.
“Orang Batak dan orang Minang sama-sama memiliki budaya merantau. Karena itu, kita berharap bisa terus bersama-sama berkontribusi untuk kejayaan Kota Padang,” kata Eldarton Simbolon.
Pendeta Resort HKBP Padang, Daniel Marpaung, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Padang kepada jemaat HKBP. Ia juga berharap hubungan harmonis lintas agama tetap terjaga di tengah keberagaman masyarakat kota ini.







