www.domainesia.com
News

Mahyeldi Ingatkan Panghulu Bukittinggi Jaga Moral Generasi Muda

11
×

Mahyeldi Ingatkan Panghulu Bukittinggi Jaga Moral Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
batagak-pangulu-di-bukittinggi,-mahyeldi-soroti-ancaman-degradasi-moral
Batagak Pangulu di Bukittinggi, Mahyeldi Soroti Ancaman Degradasi Moral

Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan bahwa panghulu memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar penyandang gelar adat. Menurut dia, panghulu harus menjadi penjaga marwah nagari sekaligus pembimbing generasi muda Minangkabau di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri prosesi Batagak Pangulu Zulhamdi Nova Candra yang resmi bergelar Datuak Nagari Labiah di Nagari Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Minggu (17/5/2026).

Mahyeldi mengatakan, panghulu mesti hadir sebagai figur yang dipercaya kaum dan masyarakat. Ia menegaskan, gelar datuak tidak bisa diberikan sembarangan karena melekat amanah untuk anak kemenakan dan kehidupan sosial nagari.

“Pangulu ditunjuak urang nan dipicayo, gala tibo di urang nan bana. Artinya, penghulu adalah orang yang dipercaya dan gelar itu diberikan kepada orang yang memang layak,” ujarnya.

Ia menyebut, tantangan yang dihadapi niniak mamak dan pemimpin adat saat ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Panghulu, kata dia, harus tampil membentengi generasi muda dari berbagai perilaku menyimpang yang berpotensi mengancam masa depan nagari.

“Generasi muda harus dijaga dan dilindungi dari hal-hal negatif serta perilaku menyimpang. Panghulu bersama niniak mamak punya tanggung jawab membina dan menyosialisasikan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, serta adat salingka nagari,” katanya.

Mahyeldi juga menyoroti degradasi moral di kalangan generasi muda yang dipengaruhi lemahnya pemahaman agama dan adat, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, serta dampak negatif perkembangan teknologi.

“Saat ini moral generasi muda mengalami degradasi yang tinggi. Kalau generasi mudanya hancur, maka hancurlah suatu nagari,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, persoalan itu tidak bisa dibebankan kepada panghulu saja. Ia menilai seluruh unsur masyarakat harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah daerah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga bundo kanduang agar nilai adat Minangkabau tetap terjaga.

“Jangan jadikan perbedaan peran sebagai sumber kelemahan yang memecah belah kita. Jadikan itu sebagai kekuatan bersama untuk membangun nagari,” ujarnya.

Ia berharap pengangkatan Zulhamdi Nova Candra sebagai Datuak Nagari Labiah dapat memperkuat nilai adat dan filosofi ABS-SBK di Bukittinggi, khususnya di Kurai Limo Jorong.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyampaikan selamat kepada Zulhamdi Nova Candra atas amanah barunya sebagai panghulu suku Jambak. Ia berharap gelar adat itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah kaum dan nagari.

Zulhamdi Nova Candra menyatakan siap menjalankan arahan dan pesan yang disampaikan Mahyeldi. Ia menegaskan komitmennya bersama niniak mamak di Kurai Limo Jorong untuk menjaga adat sekaligus memperkuat pembinaan terhadap anak kemenakan.

“Insya Allah apa yang disampaikan Pak Gubernur menjadi cita-cita kami di nagari. Apa yang dilakukan nantinya adalah untuk anak kemenakan dan untuk nagari kita bersama,” ujarnya.