Padang – Pembangunan Fly Over Sitinjau Laut, sebuah proyek infrastruktur yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok, Sumatera Barat, akan segera direalisasikan. Proyek senilai hampir Rp5 triliun ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan transportasi yang selama ini menghambat kelancaran lalu lintas di jalur tersebut, sekaligus membuka potensi pariwisata di kawasan Solok Raya.
Pembangunan jalan layang ini bertujuan untuk mengatasi tantangan geografis berupa tanjakan curam dan tikungan tajam yang kerap menjadi penyebab kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat. Inisiatif untuk meningkatkan aksesibilitas antara Padang dan Solok sebenarnya telah dimulai sejak era Gubernur Hasan Basri Durin, namun peningkatan volume kendaraan dan aktivitas logistik membuat perbaikan sebelumnya tidak lagi memadai.
Dengan adanya Fly Over Sitinjau Laut, diharapkan aksesibilitas antara Padang dan Solok akan meningkat secara signifikan, menjadikannya lebih lancar, aman, dan efisien. Proyek ini diharapkan menjadi ikon baru yang menarik perhatian wisatawan, serupa dengan jalan layang yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Genting Highland.
Lebih dari sekadar menghubungkan dua wilayah secara fisik, proyek ini juga membuka potensi ekonomi dan pariwisata yang signifikan bagi kawasan Solok Raya, yang meliputi Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Solok Selatan. Akses yang lebih cepat ke Kota Padang diprediksi akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata di ketiga daerah tersebut.
Kabupaten Solok, khususnya wilayah dataran tinggi seperti Lembah Gumanti dan Talang, memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Udara sejuk, perkebunan teh yang luas, dan pemandangan alam yang memukau menjadikan Solok sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan.
Menyadari potensi ini, Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata pasca-pembangunan Fly Over. Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Candra mengadakan pertemuan strategis di Alahan Panjang bersama tiga tokoh penting dan mantan bupati Solok: Gamawan Fauzi, Syamsu Rahim, dan Gusmal.
Langkah ini diapresiasi karena melibatkan tokoh-tokoh berpengalaman dalam perencanaan pembangunan daerah. Gamawan Fauzi, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat dan Menteri Dalam Negeri, memberikan masukan berharga untuk kemajuan kampung halamannya.
Bagi Jon Firman Pandu dan Candra, pertemuan ini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas mereka. Keduanya menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi untuk memastikan pembangunan Solok Raya sesuai dengan harapan masyarakat.
Selain Danau Singkarak, Solok juga memiliki potensi wisata air panas alami dari Gunung Talang. Jika dikelola dengan baik, potensi ini dapat menjadi daya tarik wisata baru di Sumatera Barat. Peningkatan kunjungan wisatawan akan berdampak positif pada pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sektor pariwisata diatur dalam UU No. 10 Tahun 2008 tentang Kepariwisataan, yang menyatakan bahwa sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan didukung penuh oleh pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum pembangunan Fly Over Sitinjau Laut untuk mengembangkan potensi wisata Lembah Gumanti dan sekitarnya, menjadikannya destinasi unggulan yang menarik dan mempesona.







