www.domainesia.com
News

Gubernur Mahyeldi Resmikan BLUD, Tingkatkan Layanan dan PAD Sektor Peternakan Sumbar

92
×

Gubernur Mahyeldi Resmikan BLUD, Tingkatkan Layanan dan PAD Sektor Peternakan Sumbar

Sebarkan artikel ini
berikan-layanan-lebih-mandiri,-blud-tiga-uptd-peternakan-sumbar-diresmikan
Berikan Layanan Lebih Mandiri, BLUD Tiga UPTD Peternakan Sumbar Diresmikan

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor peternakan dengan meresmikan tiga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Peternakan. Peresmian ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi tata kelola dan pelayanan di sektor vital ini.

Peresmian yang berlangsung di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar pada Senin (19/1/2026), menandai perubahan status tiga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) strategis menjadi BLUD. Ketiga UPTD tersebut adalah UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, dan UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi menjadi BLUD merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi agar lebih responsif, adaptif, dan inovatif. Fleksibilitas pengelolaan keuangan yang diberikan kepada BLUD, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kinerja dan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“BLUD memberikan ruang bagi unit layanan untuk lebih mandiri dan profesional. Namun, keleluasaan ini harus dijawab dengan prestasi kerja yang terukur dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Secara khusus, Gubernur Mahyeldi menyoroti pentingnya pengembangan UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar sebagai representasi layanan publik yang modern dan berbasis digital. Ia mendorong penerapan sistem pendaftaran dan rekam medis berbasis aplikasi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung kemandirian pengelolaan pendapatan.

“Dengan sistem yang lebih modern dan digital, Rumah Sakit Hewan diharapkan mampu memberikan layanan setara standar profesional, sekaligus mengelola pendapatan secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi menyoroti perlunya penguatan hilirisasi pada UPTD Ternak Unggas. Ia berharap UPTD ini tidak hanya fokus pada produksi bibit, tetapi juga mampu berinovasi dalam penyediaan pakan berkualitas dengan harga yang kompetitif melalui pola kemitraan dan kerja sama dengan pihak ketiga. Sementara itu, untuk UPTD BPTSB Tuah Sakato Payakumbuh, Gubernur mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi produksi, khususnya teknologi sexing pada semen beku, agar peternak dapat menyesuaikan kebutuhan ternaknya secara lebih tepat. Fleksibilitas BLUD diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.

Gubernur Mahyeldi juga menyinggung kontribusi positif yang telah diberikan oleh 55 unit BLUD yang ada di Sumatera Barat terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia berharap keberadaan BLUD, termasuk di sektor peternakan, dapat terus meningkatkan kinerja tanpa membebani masyarakat.

“Peningkatan PAD tidak dilakukan dengan menaikkan tarif setinggi-tingginya, tetapi melalui efisiensi operasional, peningkatan volume layanan, dan inovasi unit usaha yang bernilai tambah,” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh jajaran di ketiga UPTD untuk menjadikan penerapan BLUD sebagai momentum penguatan sektor peternakan Sumbar yang modern, mandiri, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, menambahkan bahwa UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi dan keilmuan terkini di bidang kesehatan hewan.

Selain peningkatan kualitas layanan, Sukarli juga menyampaikan optimisme terhadap kontribusi BLUD Rumah Sakit Hewan terhadap PAD. Ia memproyeksikan peningkatan PAD dari Rp1,7 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp2,4 miliar seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Sukarli juga menuturkan, “Keberadaan BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar memiliki nilai strategis dan diharapkan dapat berkembang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan hewan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.”