www.domainesia.com
News

Gubernur Sumbar Percepat Perbaikan Jalur Alternatif, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

61
×

Gubernur Sumbar Percepat Perbaikan Jalur Alternatif, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
antisipasi-kemacetan-saat-libur-lebaran-nanti,-gubernur-mahyeldi-cek-kesiapan-jalur-alternatif
Antisipasi Kemacetan saat Libur Lebaran Nanti, Gubernur Mahyeldi Cek Kesiapan Jalur Alternatif

Agam – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) tengah berupaya keras mengantisipasi potensi kemacetan yang diperkirakan akan meningkat signifikan pada arus mudik Lebaran 2026 mendatang. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kondisi jalan di sejumlah ruas strategis, termasuk Malalak dan Lembah Anai.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara langsung memimpin inspeksi yang dilaksanakan pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Gubernur Mahyeldi menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama Menteri Perhubungan, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mempersiapkan infrastruktur jalan.

Fokus utama dari inspeksi ini adalah memastikan kesiapan jalur alternatif yang akan digunakan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Gubernur Mahyeldi menyoroti pentingnya persiapan ini mengingat kondisi jalur Sitinjau Lauik yang sudah padat setiap hari, diperparah dengan adanya proyek pembangunan flyover. “Sebagaimana kita ketahui, jalur Sitinjau Lauik sudah padat setiap hari, ditambah lagi adanya pekerjaan flyover. Maka jalur alternatif harus kita persiapkan dari sekarang,” tegas Mahyeldi saat melakukan peninjauan di Malalak, Kabupaten Agam.

Antisipasi lonjakan pemudik pada tahun 2026 menjadi perhatian serius, terutama mengingat dampak bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat pada akhir November tahun sebelumnya. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan yang melintas, sementara infrastruktur jalan belum sepenuhnya pulih. Beberapa ruas jalan, termasuk di kawasan Lembah Anai dan Malalak, masih dalam tahap perbaikan pascabencana.

Dalam peninjauan jalur Malalak, Gubernur Mahyeldi secara langsung mengamati perkembangan perbaikan jalan yang diproyeksikan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas antara Padang dan Bukittinggi. Meskipun progres perbaikan cukup signifikan, jalur ini masih memiliki beberapa titik rawan longsor dan saat ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi. “Kita akan optimalkan jalur yang ada agar masyarakat punya pilihan ketika jaur utama padat. Tapi tetap, dengan mengedepankan prinsip keselamatan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menaruh harapan besar pada PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) untuk mempercepat proses penanganan ruas jalan di Lembah Anai. Targetnya, pada H-7 Lebaran, ruas jalan tersebut dapat beroperasi penuh selama 24 jam. Gubernur Mahyeldi menyatakan, “Sebab, Jalur ini akan menjadi salah satu kunci distribusi arus kendaraan agar tidak seluruhnya bertumpu di jalur sitinjau lauik.”

Selain fokus pada perbaikan dan pemantauan kondisi fisik jalan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga berencana untuk meningkatkan keamanan dengan menambah posko pengamanan di titik-titik rawan. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat respons terhadap gangguan lalu lintas maupun potensi bencana yang mungkin terjadi selama periode mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedi Diantolani, menjelaskan bahwa pihaknya akan menerapkan skema pengaturan lalu lintas secara ketat, termasuk penerapan sistem satu arah (one way) berbasis waktu. “Direncanakan sistem one way berbasis waktu yang akan diterapkan, Pukul 10.00–14.00 WIB untuk arah Padang–Bukittinggi dan pukul 14.00–18.00 WIB untuk arah Bukittinggi–Padang. Ini rencana kita untuk mengurai kepadatan pada jam puncak. Keputusan finalnya nanti, setelah kita rapat dan bahas bersama seluruh pihak terkait termasuk pihak kepolisian,” jelasnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi jadwal dan arahan petugas di lapangan demi keamanan dan ketertiban lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026.