www.domainesia.com
News

Kementan Luncurkan Program Pulihkan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Solok

76
×

Kementan Luncurkan Program Pulihkan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Solok

Sebarkan artikel ini
pemerintah-mulai-melakukan-rehabilitasi-lahan-pertanian-terdampak-bencana-di-sumbar
Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumbar

Solok – Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional dengan meluncurkan program rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Program ini menyasar tiga provinsi yang mengalami kerusakan signifikan, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, menjadi lokasi perdana pelaksanaan program di Sumatera Barat pada hari Kamis (15/1/2026).

Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana alam, sehingga para petani dapat segera kembali beraktivitas dan berkontribusi pada produktivitas pangan nasional. Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kegiatan ini, kita laksanakan secara serentak di 3 wilayah terdampak bencana dan dilaunching langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bapak Andi Amran Sulaiman untuk menjaga produktivitas pangan nasional dan ekonomi petani,” ungkap Sam Herodian.

Fokus utama program rehabilitasi pada tahap awal adalah penanganan lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sementara itu, lahan dengan kerusakan berat akan ditangani secara bertahap dengan pendekatan yang lebih intensif. Langkah-langkah rehabilitasi yang akan dilakukan meliputi perbaikan struktur lahan yang rusak, pendampingan penanaman bagi petani, serta pemberian bantuan berupa alat dan mesin pertanian. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk mempercepat pemulihan produktivitas sawah sehingga dapat segera ditanami kembali oleh petani. “Bentuk intervensi yang kita berikan adalah kita akan membentuk kembali lahannya, pendampingan penanaman, itu kita tangani, termasuk bantuan peralatan mesin pertanian,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik respons cepat dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam upaya memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana di wilayahnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa program rehabilitasi ini tidak hanya akan dilaksanakan di Kabupaten Solok, tetapi juga akan diperluas ke kabupaten/kota lain di Sumatera Barat yang terdampak bencana. Skema penanganan akan diprioritaskan pada lahan yang mengalami kerusakan ringan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke lahan dengan kerusakan sedang dan berat. “Tahap awal ini, kita mulai penanganan untuk lahan yang rusak ringan dulu setelah itu baru yang rusak sedang. Tidak hanya di Solok tapi juga di kabupaten/kota lain yang terdampak, semua dapat giliran,” tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.

Dengan adanya program rehabilitasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap dapat membangkitkan kembali semangat para petani untuk kembali berproduksi. Pemulihan sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi dan mental masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, total luas lahan yang terdampak bencana di wilayah tersebut mencapai 6.451 hektar, dengan rincian 2.802 hektar mengalami kerusakan ringan, 822 hektar mengalami kerusakan sedang, dan 2.827 hektar mengalami kerusakan berat.

Acara peluncuran program rehabilitasi lahan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Bupati Solok, H. Chandra; Wakil Walikota Solok, Suryadi Nurdal; perwakilan dari Forkopimda Kabupaten dan Kota Solok; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman; Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sumatera Barat, Sukarli; serta Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto.