Aceh Tamiang – Pasca banjir yang melanda, warga Aceh Tamiang kini memfokuskan perhatian pada pemulihan infrastruktur yang mendesak.
Perbaikan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama yang diharapkan segera direalisasikan oleh pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut vital bagi kelancaran aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga.
Di tengah upaya pemulihan, aktivitas ekonomi mulai terlihat di pasar Kuala Simpang, meski pasar masih dipenuhi lumpur. Seorang pedagang pasar Kuala Simpang berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur yang rusak.
“Terima masih listrik sudah nyala, jaringan juga sudah pula sepertinya, sekarang jalan dan jembatan, jalan kampung dan pasar-pasar kami,” ujarnya.
Pedagang tersebut menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.
Selain infrastruktur, kebutuhan akan tempat tinggal yang layak juga menjadi perhatian utama.
Al, seorang warga, mengatakan bahwa banyak rumah yang rusak akibat banjir dan belum mendapatkan penanganan.
“Kami juga butuh banyak, rumah saja belum terurus,” katanya, menggambarkan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.
Semangat untuk kembali beraktivitas terlihat dari seorang ibu muda yang menjajakan air tebu di pertigaan jalan.
Tumpukan ampas tebu yang menggunung menjadi bukti bahwa dagangannya diminati warga yang mulai beraktivitas kembali. Kondisi ini mencerminkan ketahanan dan semangat warga untuk bangkit.
Warga yang tampak lelah mulai meninggalkan pengungsian dan rumah untuk berbelanja atau melihat kondisi kota. Kepadatan lalu lintas menjadi pemandangan umum di tengah pembersihan lumpur.
Pemerintah pusat melalui Kepala BP BUMN berfokus pada solusi jangka panjang, khususnya penyediaan hunian yang layak.
Bupati setempat telah mengajukan permohonan pembangunan hunian sementara (huntara) di lokasi tanah milik BUMN.
Rombongan BP BUMN telah meninjau lokasi tersebut untuk menindaklanjuti permohonan tersebut, menunjukkan keseriusan pemerintah.
Para pekerja di lapangan yang bertugas membersihkan lumpur mengungkapkan perlunya tambahan alat berat, mobil pemadam kebakaran, serta mesin pengering untuk membantu membersihkan perkakas rumah tangga warga.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan masih membutuhkan dukungan yang lebih besar agar dapat berjalan lebih efektif.







