News

Mahyeldi Ajak Warga Jadikan Bersih Gaya Hidup

23
×

Mahyeldi Ajak Warga Jadikan Bersih Gaya Hidup

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-ajak-warga-jadikan-budaya-bersih-gaya-hidup-lewat-gerakan-indonesia-asri
Mahyeldi Ajak Warga Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup Lewat Gerakan Indonesia Asri

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak masyarakat menjadikan hidup bersih sebagai kebiasaan harian, bukan sekadar seruan sesaat. Ia menegaskan, lingkungan yang sehat dan nyaman hanya bisa terwujud jika semua warga terlibat aktif.

Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Gerakan Indonesia Asri (ASRI) 2026 bertema “Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat” di Lapangan Pantai Purus Cimpago, Kota Padang, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari gerakan nasional menjaga lingkungan tetap aman, bersih, sehat, dan indah.

Mahyeldi menilai gerakan tersebut sejalan dengan ajaran agama sekaligus mendukung arahan Presiden RI dalam membangun budaya hidup bersih. “Program ASRI sangat sejalan dengan ajaran agama maupun kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ia mengatakan kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat. Menurut dia, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan mengelolanya dengan baik perlu terus ditanamkan.

Mahyeldi juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah pusat maupun daerah. Rendahnya kesadaran masyarakat, kata dia, ikut membuat anggaran yang disiapkan setiap tahun membengkak.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Padang mengalokasikan sekitar Rp24 miliar per tahun untuk penanganan sampah. “Biaya yang besar itu sesungguhnya adalah biaya dari perilaku,” katanya.

Menurut Mahyeldi, semakin rendah kesadaran masyarakat, semakin besar pula dana yang dibutuhkan untuk mengangkut, mengelola, dan membersihkan sampah. Ia mengingatkan, sebagian besar TPA di Indonesia sudah kelebihan kapasitas, termasuk TPA Regional Sumatera Barat yang melayani sejumlah kabupaten dan kota.

Karena itu, menurut dia, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas TPA. Perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Mahyeldi juga meminta Satpol PP bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran publik. Peran itu mencakup penegakan perda secara humanis, penertiban baliho dan spanduk liar, larangan memasang paku pada pohon pelindung, penataan pedagang kaki lima, hingga edukasi agar warga tidak membuang sampah ke sungai.

Ia menyebut sampah yang mencemari kawasan pantai sebagian besar berasal dari aliran sungai. Karena itu, edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai perlu terus diperkuat agar pencemaran bisa dicegah sejak dari hulu.

Rangkaian ASRI 2026 di Sumatera Barat juga diisi aksi bersih-bersih, transformasi humanis Satpol PP dan Satlinmas, penanaman pohon, pasar murah, serta donor darah. Kegiatan itu melibatkan pemerintah, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, para Kepala Satpol PP kabupaten dan kota se-Sumbar, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar.

Melalui gerakan ini, Mahyeldi berharap kesadaran kolektif masyarakat tumbuh untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup. Dengan begitu, lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.