www.domainesia.com
News

Mahyeldi Dorong Pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo Jadi Pahlawan Nasional

97
×

Mahyeldi Dorong Pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
pemprov-sumbar-dukung-pengusulan-mr.-assaat-datuak-mudo-jadi-pahlawan-nasional
Pemprov Sumbar dukung Pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo jadi Pahlawan Nasional

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan keseriusan dalam upaya mengusulkan tokoh-tokoh daerah sebagai Pahlawan Nasional. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Mr. Assaat Datuak Mudo, seorang tokoh yang dinilai memiliki peran krusial dalam sejarah perjuangan bangsa.

Dukungan tersebut disampaikan saat pertemuan antara Gubernur Mahyeldi dengan perwakilan Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru di Istana Gubernuran pada Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperjuangkan pengakuan atas jasa-jasa Mr. Assaat Datuak Mudo.

Gubernur Mahyeldi menyoroti peran sentral Mr. Assaat Datuak Mudo dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia, terutama pada masa-masa sulit pasca Agresi Militer Belanda II. Menurutnya, Mr. Assaat tidak hanya seorang pejuang kemerdekaan, tetapi juga tokoh Minangkabau yang memiliki peran strategis. “Mr. Assaat Datuak Mudo adalah pejuang kemerdekaan sekaligus tokoh Minangkabau yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi menyinggung tentang kontribusi signifikan Sumatera Barat dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional dan pahlawan bangsa. Ia menyebutkan nama-nama besar seperti Mohammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Haji Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Rasuna Said, Bagindo Azizchan, hingga Usmar Ismail, sebagai bukti nyata tradisi perjuangan dan semangat kebangsaan yang kuat di kalangan masyarakat Minangkabau.

Dalam rangka merealisasikan usulan ini, Gubernur Mahyeldi mendorong IKB Pekanbaru untuk segera melengkapi seluruh dokumen dan persyaratan administratif yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memberikan dukungan penuh dan mengawal proses pengusulan tokoh-tokoh pejuang daerah sebagai Pahlawan Nasional hingga ke tingkat pusat. “Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen mendukung dan mengawal pengusulan tokoh-tokoh pejuang daerah sebagai Pahlawan Nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IKB Pekanbaru, Muhammad Hamdi, menjelaskan bahwa meskipun nama Mr. Assaat Datuak Mudo belum banyak tercatat secara resmi dalam narasi sejarah sebagai Presiden RI, perannya sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa RIS sangatlah krusial. “Dalam kondisi kekosongan pemerintahan pasca penahanan Bung Karno dan Bung Hatta, kepemimpinan Mr. Assaat menjadi penopang utama eksistensi Republik Indonesia. Tanpa peran beliau, tidak tertutup kemungkinan Indonesia kembali jatuh ke tangan Belanda,” jelas Hamdi.

Hamdi menambahkan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional ini merupakan wujud penghargaan atas jasa-jasa besar Mr. Assaat bagi bangsa Indonesia. IKB Pekanbaru telah membentuk panitia khusus yang bertugas melengkapi seluruh persyaratan administrasi, termasuk penyusunan buku biografi. Selain itu, mereka juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bagian dari upaya memperoleh pengakuan resmi atas jasa-jasa Mr. Assaat Datuak Mudo bagi bangsa dan negara.

Sebagai informasi tambahan, Mr. Assaat Datuak Mudo lahir di Banuhampu, Kabupaten Agam, pada 18 September 1904. Ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950 dengan kedudukan pemerintahan di Yogyakarta. Selain itu, Mr. Assaat juga tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pertemuan di Istana Gubernuran tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Sosial Sumbar, perwakilan Dinas Kebudayaan Sumbar, Ketua Tim IKB H. Akmal Famajra, Wakil Ketua IKB Azhari Syofyan, serta tim penulis biografi Mr. Assaat Datuak Mudo. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang luas terhadap upaya pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo sebagai Pahlawan Nasional.