Jakarta – Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing atlet tenis nasional melalui berbagai program terstruktur. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menggelar Pro Liga Indonesia Master 2025, yang diharapkan menjadi momentum penting dalam memajukan industri tenis di tanah air.
Kompetisi yang diresmikan di Lapangan Tenis Indoor PGN, Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Senin (23/12/2025) ini, diproyeksikan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi para atlet, sekaligus menciptakan ekosistem tenis profesional yang solid. Ketua Umum PP PELTI, Nurdin Halid, menyampaikan keyakinannya bahwa Pro Liga Indonesia Master 2025 akan menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan tenis Indonesia di masa depan.
Nurdin Halid menjelaskan bahwa PELTI memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan tenis sebagai sebuah industri yang berkelanjutan. “PELTI berkomitmen membangun tenis sebagai sebuah industri. Bukan hanya mengejar prestasi, tetapi membentuk sistem yang berkelanjutan, dari pembinaan usia dini hingga profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurdin Halid memaparkan bahwa PELTI telah merancang sistem kompetisi yang komprehensif, dimulai dari kelompok usia muda hingga level profesional. Pro Liga Indonesia Master menjadi puncak dari rangkaian kompetisi tersebut, yang bertujuan untuk mengukur kesiapan atlet nasional dalam menghadapi persaingan di tingkat internasional. “Pro Liga ini adalah puncak dari seluruh proses kompetisi yang digelar PELTI. Tujuannya jelas, menciptakan pemain-pemain berprestasi yang mampu bersaing di tingkat dunia,” tegasnya.
Selain itu, Nurdin Halid berharap bahwa Pro Liga Indonesia Master dapat memotivasi generasi muda untuk menjadikan tenis sebagai profesi yang menjanjikan. Ia ingin mengubah stigma bahwa tenis hanya sekadar hobi, melainkan sebuah karier yang dapat memberikan masa depan ekonomi yang cerah. Hal ini diharapkan dapat mendorong peran aktif orang tua dalam mendukung potensi anak-anak mereka sejak usia dini.
Dalam upaya mendukung para atlet yang telah berprestasi, PP PELTI juga memberikan bonus dengan total Rp700 juta kepada para atlet yang meraih medali di SEA Games 2025 Thailand. Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, menjelaskan bahwa bonus ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para atlet. “Di samping bonus dari Bapak Presiden sebesar Rp1 miliar untuk satu emas, Pelti juga memberikan bonus. Untuk emas tunggal putra Rp250 juta, tunggal putri Rp250 juta, dan emas ganda putri Rp200 juta. Itu kemampuan Pelti, yang penting kami bisa memberikan apresiasi atas prestasi mereka,” kata Nurdin.
Pada SEA Games 2025, timnas tenis Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali emas dan enam medali perunggu. Medali emas diraih oleh tim tenis putra dan putri di nomor beregu, serta Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen di nomor ganda putri. Sementara itu, enam medali perunggu diraih di berbagai nomor lainnya.
Christopher Rungkat, salah satu atlet tenis putra Indonesia, mengungkapkan bahwa bonus yang diterimanya akan digunakan untuk mendukung karier profesionalnya. “Bonus akan dipakai untuk olahraga profesional karena kami perlu self-funding. Walaupun Pelti memfasilitasi, kami tetap harus menyisihkan untuk kebutuhan touring,” kata Christo, menyoroti pentingnya dukungan finansial bagi atlet profesional.
Meskipun tim tenis Indonesia belum mencapai target awal lima medali emas di SEA Games 2025, Christopher Rungkat tetap mengapresiasi hasil yang telah diraih. Ia menilai bahwa capaian tersebut merupakan hasil yang realistis dan patut disyukuri.







