News

Padang Matangkan Dossier Gastronomi untuk Seleksi UNESCO

52
×

Padang Matangkan Dossier Gastronomi untuk Seleksi UNESCO

Sebarkan artikel ini
padang-matangkan-dossier-gastronomy-city-untuk-seleksi-unesco-creative-cities-network
Padang Matangkan Dossier Gastronomy City untuk Seleksi UNESCO Creative Cities Network

Padang – Pemerintah Kota Padang mempercepat penyempurnaan dokumen Dossier Gastronomy City sebagai syarat mengikuti seleksi nasional menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Pembahasan dokumen itu berlangsung dalam rapat pleno yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, unsur Akademisi, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), serta pimpinan OPD terkait. Dari Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura juga mengikuti pertemuan lewat Zoom Meeting.

Fadly Amran menegaskan rapat pleno menjadi tahap penting sebelum dokumen nominasi diajukan ke seleksi tingkat nasional. Ia mengatakan seluruh substansi dossier terus disesuaikan dengan masukan tim asesor dan penilai agar keunggulan Kota Padang tampil maksimal.

“Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier,” ujar Fadly Amran.

Ia menambahkan, pengajuan Kota Padang pada kategori gastronomi sejalan dengan tema Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026, yakni Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City. Jika lolos sebagai nominasi Indonesia, Kota Padang akan melanjutkan penilaian di tingkat internasional pada 2027.

“Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event,” ujarnya.

Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari, menyebut pengisian Dossier Padang Gastronomy City sudah mencapai 100 persen. Meski begitu, tim masih memberi sejumlah catatan agar dokumen itu memiliki karakter yang lebih kuat dan berbeda dari daerah lain.

“Kami menyarankan agar kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran Bundo Kanduang dalam bidang gastronomi, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian,” kata Indah Kartika Sari.

Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang, Haris Satria, menjelaskan batas akhir pengumpulan dossier ke UCCN dijadwalkan pada 28 Juli 2026. Setelah itu, Tim Dossier Pusat akan memverifikasi dokumen yang telah disiapkan Pemerintah Kota Padang.

“Tahapan selanjutnya, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar kota Gastronomi Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman enam besar. Jika semua berjalan lancar, kita bisa mendapatkan rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Setelah itu, prosesnya akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan ke UNESCO pada tahun 2027,” ujar Haris Satria.

Pemerintah Kota Padang menilai kolaborasi seluruh unsur ABCGM dan dukungan Tim Dossier Pusat akan memperbesar peluang Kota Padang menjadi nominasi Indonesia pada kategori gastronomi. Jika berhasil, status itu diyakini dapat mendorong daya saing sektor kuliner, pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat posisi Kota Padang di tingkat internasional.