www.domainesia.com
News

Pemkab Tanah Datar Tetapkan Darurat Banjir dan Longsor 14 Hari

22
×

Pemkab Tanah Datar Tetapkan Darurat Banjir dan Longsor 14 Hari

Sebarkan artikel ini
pemkab-tanah-datar-tetapkan-tanggap-darurat-14-hari-pascabencana-banjir-dan-longsor
Pemkab Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari Pascabencana Banjir dan Longsor

Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari setelah banjir dan tanah longsor melanda sejumlah kecamatan di daerah itu. Keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama di Indojolito Batusangkar, Kamis (14/5/2026).

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan penetapan status itu bertujuan mempercepat penanganan bencana agar kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi. Ia menegaskan seluruh unsur daerah harus bekerja dalam satu komando selama masa tanggap darurat.

“Di masa tanggap darurat, dilakukan penanganan bencana dengan cepat, seperti penyiapan tempat mengungsi, lokasi dapur umum dan logistik, sampai dengan penanganan distribusi bantuan,” kata Eka.

Banjir dan longsor tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur Kecamatan Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung pada 12 Mei 2026 mulai pukul 14.00 WIB hingga 04.00 WIB pada 13 Mei 2026.

Selama status darurat berlaku, posko utama ditempatkan di kantor BPBD Tanah Datar. Posko di tingkat kecamatan juga dibuka di kantor camat masing-masing.

“Untuk di Lintau Buo juga ada posko di timbangan Nagari Taluak, di sana akan ada dapur umum, logistik dan juga tempat menerima bantuan dari dermawan,” ujar Eka.

Eka juga meminta OPD terkait, termasuk BPBD dan PU, segera mendata dampak kerusakan serta melaporkan potensi bencana susulan. Ia menyoroti kondisi hulu sungai yang bersumber dari Gunung Sago.

“Kepada BPBD dan PU segera tinjau keadaan hulu sungai yang bersumber dari Gunung Sago, karena informasinya di sana juga ada penumpukan sedimen dan lumpur, sehingga berpotensi hanyut ketika hujan lebat kembali terjadi,” kata Eka.

Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menyatakan dukungan atas penetapan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Menurut dia, langkah itu akan memudahkan pendanaan sekaligus memusatkan penanganan bencana agar lebih optimal.

“Selama masa tanggap darurat pendanaan sampai dengan konsentrasi penanganan bencana lebih maksimal,” ujar Anton.

Data sementara menunjukkan dampak bencana meluas di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Lintau Buo, 78 rumah terdampak, 2 warung hanyut, 1 motor hanyut, 12 kepala keluarga atau 51 orang mengungsi, dan 91 KK terisolir.

Di Kecamatan Lintau Buo Utara, 33 rumah terdampak dan 4 KK atau 15 orang mengungsi.

Di Kecamatan Padang Ganting, 6 rumah terdampak, longsor terjadi pada badan jalan di Nagari Rajo Dani dan Koto Gadang Hilir, serta aliran Batang Sungai Pagie meluap.

Di Kecamatan Tanjung Emas, 54 rumah dan 2 kedai terdampak banjir. Sebanyak 10 orang juga telah dievakuasi.

Di Kecamatan Sungai Tarab, badan jalan di Nagari Pasie Laweh terban akibat longsor.

Sementara di Kecamatan Salimpaung, longsor dan pohon tumbang menutupi badan jalan.

Eka Putra mengimbau warga tetap waspada karena cuaca ekstrem hidrometeorologi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.