www.domainesia.com
News

PKK Payakumbuh Perkuat Kader Hadapi Tantangan Keluarga

40
×

PKK Payakumbuh Perkuat Kader Hadapi Tantangan Keluarga

Sebarkan artikel ini
perkuat-peran-kader,-pemko-payakumbuh-peringati-hari-kesatuan-gerak-pkk-ke-53
Perkuat Peran Kader, Pemko Payakumbuh Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53

Payakumbuh – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Payakumbuh menjadi ajang revitalisasi peran kader, khususnya di level Dasa Wisma, sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga.

Acara yang bersamaan dengan pencanangan Bulan Bhakti Dasa Wisma Tahun 2025 ini diselenggarakan di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Senin (8/12/2025).

Mengusung tema nasional “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas,” peringatan HKG ini semakin menegaskan urgensi gerakan masyarakat dari akar rumput untuk mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menekankan pembangunan nasional bergantung pada kualitas sumber daya manusia, dengan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

“PKK adalah mitra penting pemerintah dalam menjaga ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari dinamika pengasuhan, tekanan ekonomi, hingga perkembangan teknologi digital.

Namun, tantangan tersebut juga membuka peluang keluarga untuk tumbuh lebih mandiri dan adaptif.

Ia juga menyatakan apresiasi atas konsistensi kinerja PKK Kota Payakumbuh dan seluruh kadernya di tingkat kelurahan dalam menjalankan program-program pemberdayaan. “Gerakan PKK adalah kekuatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, ketua Tim Penggerak PKK Kota Payakumbuh, saat membacakan sambutan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, menjelaskan HKG PKK menjadi momen refleksi atas kontribusi panjang PKK sejak pra-1970-an.

Ia menuturkan, gerakan ini berawal dari Seminar Home Economic di Bogor tahun 1957, kemudian berkembang di Jawa Tengah pada 1967 berkat inisiatif Isriati Moenadi, dan resmi dideklarasikan sebagai gerakan nasional oleh Tien Soeharto pada 1974.

Ia menambahkan bahwa PKK telah berkembang menjadi instrumen pemberdayaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Prioritas yang harus diperkuat, katanya, meliputi keberlanjutan program kerja, penguatan gizi balita dan ibu hamil untuk menekan angka stunting, peningkatan kapasitas kader melalui digitalisasi dan pelatihan, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.

Dalam rangkaian HKG, PKK kecamatan menampilkan bazar produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) kelurahan sebagai bentuk pembinaan berjenjang.

Selain itu, dilakukan penggalangan dana secara spontan untuk membantu korban bencana di beberapa daerah di Sumatera Barat, melengkapi donasi yang telah terkumpul sebelumnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan bagi para pemenang Lomba Dasa Wisma Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Lomba Gerakan PKK, dan Lomba Dasa Wisma Tingkat Kota Payakumbuh.

“Kami menilai apresiasi tersebut penting untuk memotivasi kader agar terus berinovasi dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga,” pungkasnya.