www.domainesia.com
News

Petani Padang Desak Pemko Perbaiki Irigasi Gunung Nago

11
×

Petani Padang Desak Pemko Perbaiki Irigasi Gunung Nago

Sebarkan artikel ini
petani-terdampak-putusnya-irigasi-gunung-nago-minta-pemerintah-segera-carikan-solusinya
Petani Terdampak Putusnya Irigasi Gunung Nago Minta Pemerintah Segera Carikan Solusinya

Padang – Putusnya Irigasi Gunung Nago sejak banjir bandang pada akhir 2025 terus menekan petani di Kecamatan Kuranji, Pauh, dan Nanggalo. Hingga kini, para petani terdampak belum menerima kebijakan maupun kompensasi dari Pemko Padang atas lahan yang tidak lagi bisa digarap.

Ketua Kelompok Tani Seroja Gunung Sarik, Syafril, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kondisi anggotanya melalui Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kuranji. Namun, upaya itu belum menghasilkan langkah nyata dari pemerintah.

“Namun, disayangkan tidak ada kebijakan atau konvensasi terhadap anggotanya yang terkena dampak putusnya Irigasi Gunung Nago tersebut,” ujar Syafril, kemarin.

Syafril berharap pemerintah kota segera memberi solusi, baik dalam bentuk kompensasi maupun bantuan agar lahan tetap produktif. Ia menilai, dukungan bibit, pupuk, dan pengembangan palawija bisa membantu petani bertahan di tengah situasi sulit ini.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat beban ekonomi anggota Kelompok Tani Seroja kian berat. Lahan yang tak bisa digarap, kata Syafril, memaksa petani membeli beras, padahal sebelumnya kebutuhan itu bisa dipenuhi dari hasil panen sendiri.

“Memang akibat dari lahan pertanian tak bisa digarap membuat ekonomi anggota Keltan Seroja cukup berat. Selama ini mereka tak membeli beras, sekarang terpaksa membeli beras,” katanya.

Ia juga mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan, setidaknya melalui langkah darurat agar aliran air kembali masuk ke sawah sebelum rehabilitasi permanen dilakukan. Syafril menyebut, para petani kini berada dalam tekanan ekonomi yang semakin berat.

“Sebab saat ini petani yang terdampak telah menjerit, karena tekanan ekonomi yang makin berat dan sulit,” ucapnya.

Mantan Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Irigasi Gunung Nago Kanan, Zul Akmal Naro Rj Jambi, menambahkan bahwa saluran itu sebelumnya mengairi sawah di tiga kecamatan dengan total sekitar 350 hektare.

“Namun, sekarang karena telah ada lahan pertanian dialihfungsikan, tentu tak seluas dulu lagi lahan yang dialiri. Mungkin, sisa lahan tinggal lebih kurang 300 ha,” kata Rj Jambi.

Ia meminta pemerintah segera memperbaiki irigasi tersebut. Menurut dia, kondisi ekonomi yang sedang sulit justru memperparah beban petani terdampak.

“Jadi saat kondisi ekonomi cukup sulit ini menambah beban ekonomi petani yang terdampak Irigasi Gunung Nago ini semakin berat,” ujar Rj Jambi.