Bukittinggi – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional dan berintegritas, tidak hanya sebatas pelayanan darah. Ketua PMI Kota Bukittinggi, H Chairunnas, mengatakan visi lembaga menjadi landasan utama dalam bekerja bersama masyarakat.
Chairunnas menyebut, kinerja dan dedikasi menjadi modal penting untuk mewujudkan PMI yang profesional. Namun, menurut dia, semuanya harus berangkat dari keikhlasan tanpa pamrih.
Ia menegaskan, organisasi kemanusiaan seperti PMI tidak bisa dijalankan setengah hati, terlebih jika diselipi kepentingan tertentu. Menurutnya, tanggung jawab pengurus sangat besar.
“Menjadi pengurus PMI bukan untuk gagah-gagahan, karena pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan itu berat. Bukan kepada masyarakat atau pemerintah, tetapi kepada Sang Khalik,” ujarnya.
Chairunnas, yang telah memimpin PMI Kota Bukittinggi selama dua periode, mengatakan pengalaman itu membuatnya semakin memahami bahwa tugas kemanusiaan bukan pekerjaan ringan seperti yang kerap dibayangkan banyak orang.
Di bawah kepemimpinannya bersama jajaran, PMI Kota Bukittinggi mencatat sejumlah perkembangan. Berbagai penghargaan dan hibah berhasil diraih, termasuk bantuan kendaraan, status terakreditasi, serta penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI.
Melalui UDD Syahrial Leman, PMI Kota Bukittinggi dinilai menjadi bukti bahwa kinerja dan loyalitas berperan penting dalam mencapai profesionalisme. Chairunnas menyebut capaian itu menunjukkan kerja yang dilakukan selama ini berada di jalur yang tepat.
Didampingi Kepala UDD Syahrial Leman PMI Kota Bukittinggi, dr Herijon MKes, Chairunnas menegaskan pihaknya tetap berpegang pada tugas pokok PMI yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 22. Tugas itu meliputi bantuan bagi korban konflik bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya, pelayanan darah, pembinaan relawan, pendidikan dan pelatihan kepalangmerahan, penyebarluasan informasi kepalangmerahan, penanganan musibah atau bencana di dalam dan luar negeri, pelayanan kesehatan dan sosial, serta tugas kemanusiaan lain dari pemerintah.
“Kami bukan yang terbaik, tetapi kami akan selalu berbuat baik kepada masyarakat,” kata Chairunnas.





