Padang – Politeknik Negeri Padang (PNP) mengambil langkah konkret dalam membantu pemulihan wilayah Sumatera Barat pasca-bencana hidrometeorologi dengan mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi terdampak. Fokus utama bantuan kali ini adalah Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang dinilai paling membutuhkan penanganan segera.
Inisiatif ini menyoroti peran aktif PNP dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat dan lingkungan sekitar. Alat berat yang dikerahkan merupakan aset berharga dari Jurusan Teknik Mesin, khususnya program studi Teknik Alat Berat, yang biasanya digunakan sebagai fasilitas praktik mahasiswa. Kini, fungsi alat-alat tersebut dialihkan sementara untuk mendukung upaya penanggulangan bencana.
Direktur PNP, Surfa Yondri, menegaskan bahwa tindakan ini adalah perwujudan nyata dari tanggung jawab sosial yang diemban oleh institusi pendidikan tinggi. “Semoga kontribusi ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Surfa Yondri pada Kamis (5/12/2025), menekankan komitmen PNP untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, pada Rabu (29/11/2025), PNP telah mengirimkan satu unit mini excavator ke Cek Dam I Limau Manis, Kota Padang, untuk membersihkan intake sumber air yang tertimbun material akibat banjir bandang. Kondisi ini menyebabkan terputusnya pasokan air bersih ke lingkungan Universitas Andalas, sehingga penanganan segera menjadi prioritas.
Selain itu, PNP juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir bandang yang menumpuk di kawasan Batu Busuk dan Jalan Mohammad Hatta. Secara keseluruhan, tiga unit alat berat yang sebelumnya digunakan sebagai media praktik mahasiswa kini beroperasi di Kecamatan Pauh untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Sebagai langkah lanjutan, pada Rabu (3/12/2025), PNP telah menyiapkan satu unit Excavator 922E, hasil kerjasama dengan LiuGong, untuk memperkuat upaya penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan kesiapan PNP dalam memberikan dukungan berkelanjutan bagi pemulihan wilayah pasca-bencana.







