News

Rosita Medina Dorong PAUD Berkarakter di Singapura

62
×

Rosita Medina Dorong PAUD Berkarakter di Singapura

Sebarkan artikel ini
dr.-rosita-medina-wakili-indonesia-di-konferensi-paud-internasional-singapura-2026
Dr. Rosita Medina Wakili Indonesia di Konferensi PAUD Internasional Singapura 2026

Singapura – Dr. Rosita Medina memanfaatkan ajang Pacific Early Childhood Education Research Association Annual Conference (PECERA 2026) di Singapura untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring internasional di bidang pendidikan anak usia dini. Konferensi yang berlangsung pada 10-12 Juli 2026 itu mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, hingga pemangku kepentingan dari berbagai negara.

Dalam forum tersebut, para peserta saling bertukar hasil riset, gagasan, dan praktik terbaik terkait pendidikan anak usia dini. Rosita menilai pertemuan semacam ini penting karena pendidikan usia dini berperan besar dalam membentuk karakter, kecerdasan, kreativitas, dan identitas generasi masa depan.

Ia menegaskan pendidikan anak tidak boleh semata-mata mengejar capaian akademik. “Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu menanamkan nilai moral, karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya sejak anak berada pada usia dini,” kata Rosita Medina usai pembukaan konferensi internasional di Singapura, Jumat (10/7/2026).

Rosita yang juga Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Provinsi DKI Jakarta mengatakan pengalaman dari konferensi itu dapat menjadi rujukan dalam menyusun program pendidikan berbasis keluarga, perempuan, adat, dan budaya. Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar pendidikan anak usia dini tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

PECERA 2026 juga membuka peluang kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas budaya, dan mitra internasional. Kolaborasi itu dinilai penting untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang lebih inklusif, berkualitas, dan tetap berakar pada jati diri bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PBKM DKI Jakarta itu menjadi salah satu perwakilan Indonesia. Sebagai pascasarjana pendidikan PAUD, ia turut menekankan pentingnya peran orang tua sebagai model, pendidik, sekaligus fasilitator dalam pembentukan karakter anak.

Ia menilai orang tua harus menjadi teladan utama bagi anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga. “Orang tua memiliki peran strategis sebagai model, pendidik, sekaligus fasilitator,” ujarnya.