News

Solok Genjot Pemulihan dan Infrastruktur dengan TKD Rp108 Miliar

37
×

Solok Genjot Pemulihan dan Infrastruktur dengan TKD Rp108 Miliar

Sebarkan artikel ini
genjot-pembangunan,-pemko-solok-manfaatkan-dana-tkd-rp108-miliar-untuk-sektor-prioritas
Genjot Pembangunan, Pemko Solok Manfaatkan Dana TKD Rp108 Miliar untuk Sektor Prioritas

Solok Kota – Pemerintah Kota Solok menyiapkan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 lebih dari Rp108 miliar untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membenahi infrastruktur dasar. Anggaran itu juga diarahkan untuk memperkuat permukiman, ekonomi warga, dan kualitas layanan publik.

Fokus penggunaan dana menyasar sektor yang langsung dirasakan masyarakat, seperti perumahan, jalan, pengendalian banjir, penerangan jalan, fasilitas pelayanan publik, dan program sosial. Pemko Solok menargetkan seluruh program itu tuntas sebelum akhir Tahun Anggaran 2026.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menegaskan setiap rupiah dari TKD harus memberi hasil nyata bagi masyarakat. Ia menyebut arah pembangunan kini dipusatkan pada kebutuhan dasar warga dan wilayah yang terdampak bencana.

“Setiap rupiah dana TKD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami memprioritaskan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari pemulihan kawasan terdampak bencana, peningkatan infrastruktur, hingga penguatan sektor ekonomi,” kata Ramadhani di Kota Solok, Senin (6/7/2026) lalu.

Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan tersebut menghadirkan rasa aman dan membuka optimisme baru bagi warga. “Harapan kami, pembangunan ini dapat menghadirkan Kota Solok yang semakin maju, aman, nyaman, sejahtera, dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Di sektor perumahan dan kawasan permukiman, Pemko Solok mengalokasikan Rp15,3 miliar. Dari jumlah itu, Rp1,2 miliar disiapkan untuk rehabilitasi rumah korban bencana dan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pemerintah juga menyiapkan 14 kegiatan perbaikan prasarana di wilayah terdampak bencana. Lokasinya tersebar di Kelurahan KTK, IX Korong, Sinapa Piliang, Koto Panjang, VI Suku, dan Tanah Garam.

Selain itu, upaya mitigasi dilakukan melalui penataan 15 kawasan perumahan yang tidak terdampak langsung. Total penanganan pun mencakup 29 kawasan perumahan dengan anggaran Rp14,1 miliar.

Sektor infrastruktur menjadi penerima alokasi terbesar dengan nilai lebih dari Rp57 miliar. Saat ini, seluruh program tersebut sudah masuk tahap perencanaan teknis.

Sebesar Rp38,8 miliar dialokasikan untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan melalui pemeliharaan berkala di Aro IV Korong, IX Korong, Tanah Garam, Tanjung Paku, dan Nan Balimo. Program ini juga meliputi rehabilitasi lima ruas jalan di KTK, Laing, dan Nan Balimo, serta rekonstruksi enam ruas jalan utama di kawasan PPA, VI Suku, Tanah Garam, dan Laing.

Pemko Solok juga menyiapkan Rp11,4 miliar untuk membangun infrastruktur gedung pelayanan publik. Di sisi lain, Rp2,5 miliar disediakan untuk peningkatan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) agar lingkungan lebih aman dan nyaman.

Untuk menghadapi bencana hidrometeorologi, pemerintah mengalokasikan Rp5,01 miliar bagi pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air. Program itu mencakup rehabilitasi enam jaringan irigasi, pembangunan lima laydam penahan tebing sungai, penataan jalan inspeksi, hingga pemasangan pintu air klep otomatis di aliran Batang Lembang, khususnya di KTK dan Sinapa Piliang.

Di luar pembangunan fisik, TKD juga diarahkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat sebesar Rp4,5 miliar, sektor sosial Rp3,9 miliar, dan berbagai program lintas sektor Rp26,9 miliar. Seluruh program ditargetkan selesai pada 2026 sebagai bagian dari komitmen Pemko Solok menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.