Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto tengah berupaya mengamankan pendanaan yang diperlukan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. Dengan keterbatasan hibah yang diantisipasi pada tahun 2026, Pemkot mengambil langkah proaktif dengan mengalokasikan dana tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) dan menjalin kemitraan dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rapat koordinasi antara Pemerintah Kota dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sawahlunto, yang diadakan di ruang rapat Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Pertemuan tersebut berfungsi sebagai platform untuk membahas strategi pendanaan yang optimal untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan Porprov XVI.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Jeffry Hibatullah, menyoroti bahwa hibah untuk KONI Sawahlunto saat ini mencapai Rp925 juta, termasuk dana pokok pikiran (Pokir) sebesar Rp275 juta. Ia mengakui bahwa jumlah ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan Rp1,66 miliar pada tahun 2025, yang disebabkan oleh kebijakan efisiensi fiskal. Jeffry Hibatullah mengatakan, pemerintah daerah menyadari kebutuhan anggaran yang lebih besar. “Kami memahami anggaran saat ini belum memadai untuk skala sebesar Porprov XVI. Karena itu, Pemko berkomitmen menambah hibah KONI sebesar Rp2,5 miliar pada APBD Perubahan nanti,” ujarnya.
Penambahan anggaran ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan penting, seperti pusat pelatihan, operasional kontingen, dan dukungan teknis lainnya menjelang Porprov yang dijadwalkan pada bulan Oktober. Pemerintah Kota Sawahlunto mengakui pentingnya investasi yang memadai dalam olahraga untuk meningkatkan prestasi atlet dan meningkatkan reputasi daerah.
Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, menekankan bahwa peningkatan kebugaran fisik atlet adalah prioritas utama dalam persiapan untuk Porprov XVI. Ia meyakinkan bahwa sebagian besar alokasi anggaran akan difokuskan pada pemenuhan gizi, vitamin, dan nutrisi selama pelatihan. H. Jhon Reflita mengatakan, pihaknya ingin memastikan kebutuhan gizi atlet terpenuhi. “Kami ingin memastikan asupan gizi atlet terjamin sesuai standar. Ini bagian dari investasi agar mereka memiliki daya tahan dan pemulihan yang baik saat bertanding,” kata Jhon.
Selain fokus pada kebutuhan teknis dan konsumsi atlet, Pemerintah Kota dan KONI juga sedang mengembangkan skema bonus yang menarik bagi atlet yang memenangkan medali emas, perak, dan perunggu. Bonus ini diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi para atlet untuk berjuang meraih prestasi terbaik. “Kami sudah memetakan besaran bonus. Atlet harus berangkat dengan keyakinan bahwa jika berprestasi, kesejahteraan mereka diperhatikan,” ujarnya.
Untuk mengatasi potensi kekurangan anggaran, Jhon Reflita, yang juga dikenal sebagai pengusaha di sektor pertambangan, menyatakan kesiapannya untuk mengumpulkan dukungan CSR dari sektor swasta. Dukungan ini akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan suplemen tambahan untuk cabang olahraga unggulan dan logistik kontingen. Jhon Reflita mengatakan, pihaknya akan menyiapkan dukungan tambahan agar atlet fokus berlatih. “Anggaran pemerintah terbatas, tetapi semangat tidak boleh terbatas. Kami siapkan dukungan tambahan agar atlet fokus berlatih dan bertanding tanpa terbebani persoalan biaya,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan olahraga dan peningkatan ekonomi daerah, Sawahlunto juga telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah bagi 11 cabang olahraga di Porprov XVI. Langkah ini sejalan dengan visi daerah untuk menjadikan Sawahlunto sebagai tujuan untuk menyelenggarakan berbagai acara, yang diharapkan dapat merangsang sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata lokal melalui kehadiran atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Dengan kombinasi antara penambahan APBD-P dan dukungan CSR, Pemerintah Kota dan KONI Sawahlunto optimis dapat menjaga daya saing kontingen dan memaksimalkan dampak ekonomi dari acara olahraga tingkat provinsi tersebut. Sinergi antara pemerintah, KONI, dan sektor swasta diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan Porprov XVI dan peningkatan prestasi olahraga di Sawahlunto.







