www.domainesia.com
News

Soundenai 2025: Komposer Padukan Musik Tradisi dan Digital, Lahirkan Karya Baru

94
×

Soundenai 2025: Komposer Padukan Musik Tradisi dan Digital, Lahirkan Karya Baru

Sebarkan artikel ini
komposer-sumbar-gali-potensi-musik-tradisi-via-soundenai-2025
Komposer Sumbar Gali Potensi Musik Tradisi via Soundenai 2025

Padang – Upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kekayaan musik tradisi Sumatera Barat dan inovasi digital terus digalakkan melalui Workshop Musik Soundenai 2025. Kegiatan yang melibatkan 25 komposer dari berbagai daerah di Sumatera Barat ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya karya-karya musik baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Workshop yang diselenggarakan di Taman Budaya Sumbar pada tanggal 26 hingga 28 Agustus 2025, mengangkat tema sentral mengenai transformasi kekayaan tradisi ke dalam ranah digital, serta merumuskan strategi bisnis yang adaptif di era digital. Pemilihan tema ini didasari oleh kebutuhan mendesak para musisi dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di industri musik modern yang terus berkembang.

Salah satu pembicara utama dalam workshop tersebut, Agung Perdana, menekankan pentingnya musik tradisional sebagai sumber inspirasi yang tak ternilai harganya. Menurutnya, kekayaan musik tradisi dapat menjadi landasan yang kokoh untuk pengembangan karya-karya inovatif yang mampu bersaing di pasar global.

Agung Perdana mengatakan, musik tradisi dapat menjadi titik awal yang sangat baik. “Musik tradisi bisa menjadi titik tolak. Kita bisa mengolahnya dengan cara memadukan unsur modern atau bahkan memanfaatkan benda-benda sekitar sebagai sumber bunyi,” kata Agung.

Agung Perdana menambahkan, proses penciptaan musik yang berakar pada tradisi melibatkan serangkaian tahapan penting yang harus diperhatikan dengan seksama. Tahapan-tahapan tersebut meliputi penentuan tema yang relevan dengan isu-isu terkini, pemilihan konsep yang kuat dan orisinal, eksperimen bunyi untuk menemukan suara yang unik dan khas, serta perpaduan estetika tradisi dengan ide-ide inovatif yang segar dan menarik.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menjelaskan bahwa penyelenggaraan workshop ini merupakan langkah strategis untuk menghubungkan warisan tradisi Minangkabau yang kaya dengan potensi teknologi digital yang semakin canggih. Ia menegaskan bahwa teknologi digital bukan hanya sekadar alat, tetapi juga merupakan peluang besar dalam era transformasi industri musik yang sedang berlangsung.

M. Devid menjelaskan, teknologi digital menawarkan peluang besar bagi perkembangan musik tradisi. “Teknologi digital adalah peluang di era transformasi industri musik,” jelas Devid.

M. Devid menambahkan, workshop ini dirancang sedemikian rupa untuk memberikan ruang yang luas bagi generasi muda dalam mengeksplorasi kekayaan bunyi tradisional Minangkabau melalui pemanfaatan perangkat digital yang tersedia. Dengan demikian, diharapkan akan muncul karya-karya musik yang tidak hanya unik dan inovatif, tetapi juga relevan dengan selera pasar global yang semakin beragam.

M. Devid meyakini bahwa perpaduan yang harmonis antara tradisi dan teknologi akan menghasilkan karya-karya segar dan unik yang mampu memikat hati pendengar dari berbagai kalangan dan latar belakang budaya. Ia juga berharap bahwa produk-produk musikal yang dihasilkan dari workshop ini dapat menjadi media diplomasi budaya yang efektif dalam berbagai festival musik di seluruh dunia.

M. Devid menyimpulkan, produk musikal yang dihasilkan dapat menjadi sarana promosi budaya yang efektif. “Produk musikal ini bisa menjadi media diplomasi budaya dalam festival dunia,” pungkasnya.