www.domainesia.com
News

Sumbar Dorong Standar Biosekuriti IORA untuk Perikanan Samudra Hindia

72
×

Sumbar Dorong Standar Biosekuriti IORA untuk Perikanan Samudra Hindia

Sebarkan artikel ini
sumbar-dorong-standar-biosekuriti-iora-untuk-perikanan-samudra-hindia
Sumbar Dorong Standar Biosekuriti IORA untuk Perikanan Samudra Hindia

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah strategis untuk memantapkan posisinya sebagai pusat kolaborasi perikanan di kawasan Samudra Hindia. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop IORA on Strengthening Biosecurity Practices in Inland Aquaculture, yang dibuka secara resmi di Hotel Santika Padang pada Rabu malam, 19 November 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai delegasi penting, baik dari dalam maupun luar negeri.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran IORA (Indian Ocean Rim Association) dan menekankan pentingnya momentum ini dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan ekosistem, serta meningkatkan kerja sama internasional di sektor perikanan. Menurutnya, kehadiran IORA menjadi cerminan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama regional menuju budidaya perikanan yang berkelanjutan. “Kehadiran IORA mencerminkan komitmen kita bersama memperkuat kerja sama regional menuju budidaya perikanan yang berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi juga menyoroti potensi besar yang dimiliki kawasan Samudra Hindia, namun juga mengakui adanya tantangan yang perlu diatasi, seperti penangkapan ikan berlebihan, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem. Oleh karena itu, kolaborasi internasional menjadi kunci untuk membangun ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyoroti kontribusi signifikan sektor perikanan terhadap perekonomian Sumatera Barat. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, produksi ikan nila mencapai angka 236 ribu ton. Selain itu, komoditas laut seperti tuna dan lobster juga menjadi andalan ekspor daerah. Pemerintah daerah terus berupaya untuk memperkuat budidaya ikan garing berbasis kearifan lokal, serta mengembangkan potensi kerapu, lobster, dan rumput laut di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi memaparkan enam fokus utama Sumatera Barat dalam mendukung implementasi konsep ekonomi biru. Fokus tersebut mencakup penguatan jejaring Samudra Hindia hingga inisiasi menjadikan Sumatera Barat sebagai pusat inovasi dan pelatihan perikanan bagi negara-negara anggota IORA. “Kami berharap workshop ini menghasilkan praktik terbaik biosecurity yang bisa diadaptasi seluruh negara anggota,” kata Mahyeldi.

Sekretaris IORA, Stephanie Johanes, memberikan pandangannya mengenai peran krusial akuakultur sebagai sektor pangan dengan pertumbuhan tercepat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sektor ini sangat rentan terhadap ancaman wabah penyakit yang dapat mengganggu ketahanan pangan global. Oleh karena itu, workshop ini dipandang sebagai platform strategis untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas teknis, dan membangun kolaborasi yang solid antar negara anggota. “Hasil workshop harus melahirkan rekomendasi konkret yang memperkuat sistem biosekuriti akuakultur di seluruh negara anggota,” tegas Stephanie.

Workshop ini merupakan bagian integral dari implementasi Work Plan Blue Economy IORA 2024-2027. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat komitmen negara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor perikanan di kawasan Samudra Hindia. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari negara anggota IORA, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kepala daerah se-Sumatera Barat, serta mitra internasional lainnya, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.