News

Padang Panjang Gelar GPM, Warga Serbu Bahan Pangan Murah

3
×

Padang Panjang Gelar GPM, Warga Serbu Bahan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-panjang-gelar-gerakan-pangan-murah-jaga-stabilitas-harga
Pemko Padang Panjang Gelar Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir Masjid Muhammadiyah, Selasa (28/7/2026), untuk membantu menahan laju harga bahan pokok sekaligus menjaga pasokan tetap aman di tengah tingginya kebutuhan warga.

Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati lokasi untuk berburu kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar. Tingginya minat itu membuat sejumlah komoditas cepat habis sebelum siang.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan berbagai bahan pangan, mulai dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, hingga sayuran segar. Sayuran yang dijual berasal dari panen tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Padang Panjang.

Dukungan juga datang dari Balai Benih Ikan (BBI) yang menyalurkan ikan nila. Sementara itu, Perum Bulog turut mendistribusikan beras dan minyak goreng melalui mobil pangan.

Kepala Dispangtan Padang Panjang, Varia Warvis, mengatakan GPM menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Ia menyebut stok komoditas kerap habis sebelum pukul 11.00 WIB karena antusiasme masyarakat sangat tinggi.

“Kami berupaya agar GPM dilaksanakan rutin setiap bulan agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” ujar Varia.

Harga yang dipasang pun dibuat terjangkau agar tetap sesuai dengan daya beli masyarakat. Cabai merah dijual Rp35.000 per kilogram, bawang merah kampung Rp22.000 per kilogram, dan bawang merah impor Rp13.000 per kilogram.

Selain itu, bawang putih dibanderol Rp12.000 per setengah kilogram, kentang Rp12.000 per kilogram, dan ikan nila Rp16.000 per setengah kilogram. Pemerintah kota berharap harga tersebut bisa membantu warga memenuhi kebutuhan harian tanpa terlalu terbebani.

Ros, salah seorang warga, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah itu. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar, terutama saat harga kebutuhan pokok kembali naik di pasaran.