Padang – Sutan Hendra, ST kembali dipercaya untuk memimpin Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov IKASI) Sumatera Barat periode 2026–2030. Amanah ini diberikan melalui sistem formatur dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berlangsung di Padang pada hari Sabtu, 14 Februari 2026.
Musprov tersebut menjadi momentum penting bagi cabang olahraga anggar di Sumatera Barat, dengan harapan baru untuk peningkatan prestasi atlet. Usai terpilih, Sutan Hendra bersama tim formatur yang beranggotakan Afrizal, S.Pd, Yani Warti, M.Pd, Soekarya, S.Pd, Indra Natalina, S.Pd, dan Rafki Surya Putra, S.Pd, langsung bergerak cepat menyusun struktur kepengurusan yang baru. Acara pembukaan Musprov dilakukan secara resmi oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus.
Kehadiran Ketua KONI Sumbar dalam Musprov diapresiasi oleh Sutan Hendra sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan anggar di daerah tersebut. Sutan Hendra mengatakan, “Baru kali ini Ketua KONI dan jajaran hadir langsung tanpa diwakili. Sudah bertahun-tahun anggar seperti tak didukung langsung. Kami yakin dengan pembenahan oleh Ketua KONI sekarang akan berdampak pada peningkatan prestasi anggar,” ujarnya.
Sutan Hendra juga menyampaikan komitmennya untuk membawa IKASI Sumbar menjadi lebih baik, baik dari segi pembinaan atlet maupun pencapaian prestasi. “Terkait terbentuknya kepengurusan baru, tentu kita ingin IKASI Sumbar lebih baik lagi, baik dari segi pembinaan maupun prestasi,” ungkap Sutan Hendra.
Beberapa agenda penting telah menanti IKASI Sumbar di tahun 2026, termasuk PON Beladiri Manado 2026, Kejuaraan Nasional Remaja, Jatim Open, dan Jabar Open. Ajang-ajang ini akan menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas atlet anggar Sumatera Barat agar mampu bersaing di kancah nasional.
Namun, Sutan Hendra juga menyadari bahwa dukungan dari berbagai pihak, terutama KONI Sumbar, sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Ia berharap KONI Sumbar dapat memberikan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan fasilitas dan peralatan pertandingan yang memadai. “Kami tentu berharap support penuh dari kepengurusan KONI Sumbar, terutama dari segi peralatan dan kelengkapan pertandingan. Selama ini kami lebih banyak mengupayakan secara mandiri,” tegasnya.
Optimisme tetap membara dalam diri Sutan Hendra, yang yakin bahwa dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari semua pihak, anggar Sumatera Barat dapat menjadi salah satu cabang olahraga andalan daerah. “Kita terus membina dengan semangat. Anggar mungkin kecil, tetapi dukungannya besar untuk KONI Sumbar. Konsisten dan tegak lurus menuju kesuksesan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menekankan pentingnya persiapan yang matang dalam menghadapi PON Beladiri 2026. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya efisiensi anggaran APBD, KONI Sumbar harus lebih selektif dalam memberikan fasilitas kepada cabang olahraga, namun tetap berupaya mencari dukungan dari pihak sponsor. Hamdanus menyampaikan, “Anggar adalah olahraga olimpik dan wajib dipertandingkan di setiap PON. Pertanyaannya, Sumbar hanya sekadar ikut atau mampu meraih medali.”
Senada dengan Hamdanus, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar, Septri, menambahkan bahwa prestasi atlet merupakan hasil kolaborasi antara pengurus kabupaten/kota, pengurus provinsi, dan KONI. Septri mengatakan, “Kalau organisasi baik, pembinaan berjalan, ujungnya pasti prestasi atlet. Tanpa prestasi atlet, organisasi juga terasa hambar,” katanya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru IKASI Sumbar, diharapkan program kerja yang telah disusun dapat segera dijalankan, demi memberikan kontribusi terbaik bagi olahraga Sumatera Barat di masa depan.







