Padang – Kompol H. Syafrizen, SH, seorang tokoh kepolisian yang juga dikenal sebagai penceramah agama di Sumatera Barat, mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolres Pesisir Selatan. Penunjukan ini menandai babak baru dalam karirnya, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Sumbar. Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, SIK.SH secara resmi melantik Syafrizen pada hari Selasa (3/3/2026).
Upacara pelantikan yang dilaksanakan bersamaan dengan apel jajaran Polres Pessel pada pukul 16.00 WIB di Halaman Mapolres, menjadi momentum penting bagi Syafrizen (54), yang juga dikenal dengan gelar adat Dt. Rang Batuah. Pengalaman Syafrizen sebagai seorang pemimpin di kepolisian telah teruji, dimana sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kapolsek di kampung halamannya, Kecamatan Lengayang, serta Kapolsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan.
Perjalanan karir kepolisian Syafrizen tidak hanya terbatas di wilayah Pesisir Selatan. Ia juga pernah menduduki posisi strategis seperti Kasat Reskrim Polres Agam dan Kasat Binmas Polres Pasaman. Pengalaman yang luas ini diharapkan menjadi modal berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakapolres Pesisir Selatan.
Syafrizen Dt. Rang Batuah menggantikan Kompol Alwi Haskar, yang memasuki masa pensiun. Sebelum mengemban amanah sebagai Plt Kasubdit Bintibsos di Polda Sumbar, Syafrizen juga pernah bertugas di Polres Mentawai dan Polres Solok Selatan sebagai Kabagren.
Selain dedikasinya di dunia kepolisian, Syafrizen juga dikenal sebagai figur yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Masyarakat mengenalnya dengan sapaan Ustad Syafrizen atau Buya Zen, karena sering memberikan ceramah agama. Istrinya, Yossy Rhoza Nova S.K.M (49), adalah seorang PNS Polri yang bertugas di klinik SPN Polda Sumbar. Keluarga Syafrizen dikaruniai lima orang anak.
Keterlibatan Syafrizen tidak hanya terbatas pada dunia kepolisian dan keagamaan. Ia juga aktif dalam kepengurusan organisasi di kampung halamannya, seperti PKPWL/IKWAL dan Forum Da’i Lengayang. Latar belakang pendidikannya meliputi SMA Tamsis (1991) dan SMP N Lengayang (Angkatan 88), serta gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Unes yang diraih setelah ia lulus menjadi Bintara Polisi.
Mutasi jabatan Wakapolres Pessel ini merupakan bagian dari rotasi yang tertuang dalam Telegram Kapolda Sumbar Nomor : ST/117/II/KEP/2026 tanggal 18 Februari 2026, yang juga mencakup lima Wakapolres lainnya di wilayah hukum Polda Sumbar.







