www.domainesia.com
News

Taman Budaya Sumbar Kembangkan Film, Sasar Generasi Muda Lewat Sastra

49
×

Taman Budaya Sumbar Kembangkan Film, Sasar Generasi Muda Lewat Sastra

Sebarkan artikel ini
taman-budaya-sumbar-kembangkan-film,-sasar-generasi-muda-lewat-sastra
Taman Budaya Sumbar Kembangkan Film, Sasar Generasi Muda Lewat Sastra

Padang – Taman Budaya Sumatera Barat (TB Sumbar) berencana memperluas spektrum kegiatan keseniannya dengan memasuki dunia perfilman pada tahun 2026. Langkah ini menandai perkembangan baru bagi TB Sumbar, yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan seni pertunjukan dan sastra.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, mengumumkan ekspansi ini sebagai respons terhadap dinamika perkembangan seni di Sumatera Barat. “Pada 2026 ada hal baru di Taman Budaya, yaitu film,” tegasnya. Inisiatif ini diharapkan dapat mengisi kekosongan peran aktif pemerintah daerah dalam pengembangan perfilman, yang selama ini lebih banyak bergantung pada inisiatif dari tingkat kementerian.

Rencana ini disambut baik oleh para sineas lokal. Rori, seorang pembuat film asal Sumatera Barat, menyarankan agar TB Sumbar memulai dengan serangkaian lokakarya untuk meningkatkan kapasitas para pembuat film di daerah. “Karena ini sesuatu yang baru di Taman Budaya, sebaiknya dimulai dari workshop untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas pelaku film di Sumbar,” ujarnya. Pengembangan film di TB Sumbar akan dimulai dengan serangkaian kegiatan strategis, termasuk workshop dan festival film AndalaSinema, dengan harapan dapat membangun ekosistem perfilman lokal yang berkelanjutan.

Selain perfilman, TB Sumbar juga akan meluncurkan program baru bernama Puitisenja, sebuah ruang kolaborasi antara sastra dan musik yang menyasar generasi muda yang tertarik pada buku-buku sastra, filsafat, dan politik. Konsepnya dikemas dalam suasana santai, sambil menikmati kopi dan alunan musik. Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni TB Sumbar, Ade Efdira, menjelaskan bahwa Puitisenja hadir sebagai jawaban atas kebutuhan generasi muda. “Puitisenja ini kami lihat sangat diminati generasi muda. Ada kebutuhan ruang ekspresi sastra yang lebih cair dan dekat dengan gaya hidup mereka,” ungkapnya.

TB Sumbar juga berkomitmen untuk melanjutkan program-program unggulan yang telah berjalan sukses sebelumnya, seperti Saba Fest, festival seni untuk disabilitas, lomba menulis cerpen, workshop tari, workshop komposisi teater, serta workshop komposisi musik. Untuk tahun 2026, TB Sumbar menetapkan tema besar pelestarian lingkungan, yang diharapkan dapat menginspirasi para seniman lintas disiplin untuk menciptakan karya-karya kreatif yang relevan dengan isu-isu lingkungan yang mendesak. Ade Efdira menegaskan, “Taman Budaya memiliki komitmen untuk menaungi seluruh jenis seni yang berkembang di masyarakat, tanpa memandang usia maupun latar belakang.”

Program-program yang direncanakan untuk tahun 2026 merupakan hasil diskusi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku seni, komunitas, dan seniman lintas generasi. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk menyempurnakan program agar semakin relevan dan berdampak.

Namun, seniman Nasrul Azwar menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas pendukung. “Bagus apa pun acaranya, kalau fasilitas tidak mendukung, tentu akan mengurangi minat seniman untuk tampil,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, M. Devid menyatakan bahwa TB Sumbar tengah membangun fasilitas pentas seni baru yang diharapkan dapat menjadi ruang presentasi karya seniman yang lebih representatif.

Di tengah keterbatasan gedung dan fasilitas, TB Sumbar berhasil mempertahankan status Tipe A, sebuah sertifikasi dari Kementerian Kebudayaan RI yang membuktikan kualitas program kegiatan TB Sumbar yang dinilai sangat baik dan berada di atas rata-rata instansi sejenis. Penilaian ini didasarkan pada variasi program yang beragam, kualitas media publikasi dan penerbitan, serta sasaran program yang inklusif. TB Sumbar tidak hanya merangkul seniman senior, tetapi juga remaja Gen Z, anak-anak, hingga penyandang disabilitas yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Dengan berbagai program baru dan kesinambungan kegiatan lama, Taman Budaya Sumatera Barat optimistis dapat memperkuat perannya sebagai ruang kreatif yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi perkembangan seni budaya daerah pada 2026 mendatang. Fokus utama adalah bagaimana TB Sumbar dapat menjadi wadah yang lebih representatif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para seniman muda dan kelompok marginal, dalam mengembangkan potensi kreatif mereka.