Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi bencana alam dengan menyambut baik inisiatif pembangunan sabo dam oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang. Proyek yang direncanakan terealisasi pada tahun anggaran 2026 ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan banjir bandang dan sedimentasi yang kerap menghantui wilayah tersebut.
Pentingnya dukungan dari berbagai pihak ditegaskan oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, yang menyatakan bahwa pembangunan sabo dam merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat dan seluruh elemen terkait agar proyek strategis ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat maksimal. “Pembangunan Sabodam sudah menjadi perhatian Pemkab Tanah Datar,” ujarnya. Bupati Eka Putra juga menambahkan, dukungan dari seluruh pihak sangat krusial agar pengerjaan sabo dam dapat terselenggara dengan baik dan lancar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Datar, Mustika Suarman, menjelaskan lebih detail mengenai tujuan dan tahapan pelaksanaan proyek ini. Menurutnya, pembangunan sabo dam merupakan bagian integral dari upaya pengendalian daya rusak air serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Mustika Suarman juga mengungkapkan bahwa paket pekerjaan pembangunan sabo dam akan segera memasuki tahap pelaksanaan fisik di lapangan dengan alokasi anggaran sebesar Rp249 miliar. “Paket pekerjaan pembangunan Sabodam dalam waktu dekat akan memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan, dengan total nilai anggaran sebesar Rp249 Miliar,” ucap Mustika.
Lebih lanjut, Kepala Dinas PUPR tersebut merinci lokasi-lokasi strategis yang akan menjadi tempat pembangunan sabo dam. Ketiga titik tersebut adalah Batang Malana di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan; Batang Anai di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto; dan Batang Pagu-Pagu di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan untuk meminimalisir risiko bencana banjir bandang dan sedimentasi, serta melindungi keselamatan masyarakat dan infrastruktur di wilayah hilir.
Selain memberikan perlindungan jangka pendek dari ancaman bencana, keberadaan sabo dam juga diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dinas PUPR bersama dengan Balai Sungai telah melakukan survei mendalam ke titik-titik lokasi pembangunan guna memastikan kesiapan dan efektivitas proyek. Sinergi antara pemerintah daerah, BWS V Padang, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan sabo dam ini, yang diharapkan dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan dan keamanan Kabupaten Tanah Datar.







