Padang – Tiga atlet pencak silat Sumatera Barat yang baru kembali dari kejuaraan internasional di Belgia disambut hangat saat tiba di Padang, Kamis (30/4/2026). Kepulangan mereka menjadi sorotan karena berhasil membawa pulang tiga medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Penyambutan berlangsung di bandara dan dihadiri jajaran KONI Sumbar, aparat kepolisian, serta sejumlah atlet. Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, hadir bersama Kepala Bidang Kerja Sama Organisasi (KSO) Liswendi Kamar, Kabid Humas Hendri Parjiga, pelatih Hendri, dan personel Polda Sumbar.
Ketiga atlet itu baru saja selesai berlaga pada Belgium Open Pencak Silat Championship 2026 yang digelar pada 24-26 April 2026 di Sporthal Vordenstein, Schoten, Belgia. Dari ajang tersebut, kontingen Sumbar mencatat hasil membanggakan bagi daerah sekaligus Indonesia di level internasional.
Medali emas dipersembahkan Ramaken Sigit yang tampil di kelas E putra 65-70 kilogram. Sementara itu, Zahra Fadli meraih medali perak di kelas D putri 60-65 kilogram, sedangkan M. Farid membawa pulang perunggu di kelas B putra 50-55 kilogram.
Ramaken tercatat sebagai anggota Direktorat Samapta Polda Sumbar sejak 2025 melalui jalur prestasi. Farid adalah mahasiswa Politeknik Negeri Padang semester enam pada jurusan Manajemen Rekayasa Konstruksi, sedangkan Zahra merupakan mahasiswa semester dua STIKes Indonesia.
Ketiganya turun sebagai wakil perguruan silat Satria Muda Indonesia (SMI). Septri menilai capaian itu menunjukkan pembinaan atlet di Sumatera Barat berada di jalur yang tepat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet di Sumatera Barat berjalan baik. Kami bangga dengan kerja keras para atlet, pelatih, dan semua pihak yang terlibat,” ujar Septri.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak cepat puas. Menurut dia, masih banyak agenda besar yang menanti, mulai dari Porprov, Porwil, Babak Kualifikasi PON, hingga PON 2028 di NTT dan NTB.
“Jangan cepat berpuas diri. Ke depan masih banyak agenda penting seperti Porprov, Porwil, Babak Kualifikasi PON, hingga puncaknya PON 2028 di NTT dan NTB. Persiapan harus lebih ditingkatkan,” katanya.
Sebelumnya, atlet taekwondo Sumbar, Ressya Faolingga, juga tiba di Padang sehari lebih awal setelah meraih satu emas dan satu perak pada Kejuaraan 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang.
Pemerintah daerah bersama KONI Sumbar berencana mengarak para atlet berprestasi itu dalam kegiatan car free day di Kota Padang. Setelah itu, mereka dijadwalkan bertemu Gubernur Sumatera Barat pada Minggu (3/4/2026).







