www.domainesia.com
News

Tergiur Loker Bodong, Keluarga Jakarta Terlantar di Padang, Satpol PP Bertindak!

59
×

Tergiur Loker Bodong, Keluarga Jakarta Terlantar di Padang, Satpol PP Bertindak!

Sebarkan artikel ini
tertipu-info-loker,-keluarga-jakarta-terlantar-di-padang
Tertipu Info Loker, Keluarga Jakarta Terlantar di Padang

Padang – Sebuah keluarga yang terdiri dari tiga orang warga Jakarta mengalami kejadian tidak menyenangkan setelah terlantar di kawasan Pasar Raya Fase VII, Kota Padang. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 20 November 2025 ini, menarik perhatian petugas Satpol PP BKO Dinas Perdagangan dan Satgas yang menemukan mereka dalam kondisi memprihatinkan.

Kisah pilu keluarga Ridwan (30), Khadijah (36), dan anak mereka yang masih berusia 2 tahun ini bermula dari iming-iming lowongan pekerjaan yang mereka temukan di media sosial. Dengan harapan dapat mengubah nasib, mereka bertolak dari Jakarta menuju Padang. Namun, sesampainya di kota tujuan, mereka hanya mendapati janji kosong dan diminta menunggu tanpa kejelasan.

Kondisi ini memaksa keluarga tersebut untuk bertahan hidup seadanya. Karena tidak memiliki sanak saudara maupun tempat tinggal di Padang, mereka terpaksa menumpang sementara di sebuah masjid di kawasan Padang Timur. Kasat Pol PP Padang, Chandra Eka Putra, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Chandra Eka Putra menjelaskan, keluarga tersebut telah berada di Padang selama dua hari. “Mereka mengaku mendapatkan info pekerjaan di Kota Padang. Namun setelah tiba di lokasi, ia hanya diminta menunggu tanpa ada kejelasan,” kata Chandra Eka Putra.

Kejadian ini menjadi sorotan penting terkait maraknya penipuan lowongan kerja daring. Chandra Eka Putra mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial. Verifikasi kebenaran informasi menjadi kunci utama sebelum mengambil keputusan. “Pastikan dulu kebenarannya sebelum mengambil keputusan. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang menjanjikan namun tidak jelas sumbernya,” pungkasnya. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi penipuan yang mengintai di dunia maya, serta pentingnya melakukan pengecekan mendalam terhadap setiap tawaran pekerjaan yang diterima.