www.domainesia.com
News

Tinjau Korban Bencana di Agam, Wapres Pastikan Bantuan dan Pemulihan Dipercepat

52
×

Tinjau Korban Bencana di Agam, Wapres Pastikan Bantuan dan Pemulihan Dipercepat

Sebarkan artikel ini
tinjau-korban-bencana-di-agam,-wapres-pastikan-bantuan-dan-pemulihan-dipercepat
Tinjau Korban Bencana di Agam, Wapres Pastikan Bantuan dan Pemulihan Dipercepat

Padang – Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (4/12/2025), menjadi sorotan utama dalam upaya penanganan pasca-bencana. Gibran meninjau langsung kondisi para korban bencana alam di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan percepatan pendistribusian bantuan logistik dan pemulihan wilayah yang terdampak, dengan perhatian khusus pada kebutuhan mendesak masyarakat dan kelompok rentan.

Prioritas utama dalam tahap awal pemulihan adalah perbaikan akses komunikasi dan pembukaan kembali akses jalan yang terputus. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan kepada para korban yang terisolasi. Pemerintah juga berencana mengarahkan upaya pemulihan pada sektor-sektor vital lainnya, termasuk perbaikan fasilitas kesehatan, sekolah, jembatan, serta infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Wakil Presiden Gibran menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh korban bencana, sembari menjamin kehadiran negara dalam proses pemulihan. “Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Bapak Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk mempercepat proses pemulihan. Distribusi bantuan lewat jalur darat, udara, dan laut akan terus digenjot,” ujar Gibran.

Dalam kunjungannya, Gibran memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kelompok rentan yang berada di pengungsian, menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil. “Saya minta Kepala Daerah, BNPB, TNI-Polri memastikan tenda layak, makan tiga kali sehari, air bersih, serta perhatian khusus untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” ucapnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi kelompok yang paling membutuhkan.

Gibran juga menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat di lapangan telah dicatat dan akan segera dilaporkan kepada Presiden, sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. “Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi untuk mempercepat pemulihan. Semua akan kami laporkan ke Bapak Presiden,” tuturnya, menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menjelaskan bahwa Kabupaten Agam merupakan wilayah yang paling parah terdampak bencana, dengan jumlah korban terbanyak dan kerusakan terluas, terutama pada lahan pertanian dan permukiman warga. Ia mengapresiasi jaminan pemerintah pusat untuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dan bantuan bagi rumah warga yang terdampak, sebagai langkah konkret dalam memulihkan kehidupan masyarakat.

Mahyeldi menambahkan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat saat ini meliputi makanan, pakaian, dan air bersih. Upaya penyediaan air bersih terus diintensifkan dengan dukungan dari BUMN dan BUMD, sementara akses komunikasi mulai terbantu dengan adanya layanan Starlink. “Berdasarkan catatan kita, hingga saat ini masih ada sekitar seratusan korban yang belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan,” ungkap Gubernur Mahyeldi, menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam proses pencarian dan penyelamatan.

Bupati Agam, Benni Warlis, melaporkan bahwa hingga saat ini telah ditemukan 169 korban, sementara 84 lainnya masih dinyatakan hilang. Lebih dari 15.000 warga masih berada di pengungsian, dan sekitar 20.000 lainnya masih terisolasi di sejumlah kecamatan akibat terputusnya akses jalan. Distribusi bantuan terus dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk ke wilayah-wilayah terpencil yang hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua, seperti Tanjung Sani dan Sungai Batang.

Benni juga melaporkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, meliputi jalan, jembatan, dan lahan pertanian, yang menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan. “Untuk penanganan itu, kami masih membutuhkan tambahan alat berat,” ungkap Benni Warlis, menekankan kebutuhan akan sumber daya tambahan untuk mengatasi dampak kerusakan yang meluas.

Meskipun menghadapi kondisi lapangan yang berat, Benni menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh BNPB, TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, serta kabupaten/kota lain di Sumatera Barat, termasuk bantuan dari provinsi tetangga seperti Riau dan Sumatera Selatan. Dukungan ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dan mempercepat proses pemulihan.

Benni Warlis menekankan bahwa penanganan bencana ini membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, mengingat kompleksitas permasalahan dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. “Agam tidak akan mampu menangani ini sendirian. Dengan kehadiran Pak Wapres, kami optimis kondisi akan pulih kembali. Mudah-mudahan tangisan masyarakat hari ini bisa berubah menjadi senyuman,” ujarnya, menyampaikan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Agam.