News

Wawako Padang Buka Kemah Bakti MAN 1, Tanam Seribu Pohon

94
×

Wawako Padang Buka Kemah Bakti MAN 1, Tanam Seribu Pohon

Sebarkan artikel ini
kemah-bhakti-man-1-padang-dibuka-wawako-maigus-nasir-,-yang-ditandai-dengan-menanam-pohon-penghijauan
Kemah Bhakti MAN 1 Padang Dibuka Wawako Maigus Nasir , yang Ditandai dengan Menanam Pohon Penghijauan

Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka Kemah Bakti MAN 1 Padang bertema ekoteologi di Kolam Renang ABG Balai Gadang, Kamis pagi (18/6/2026). Kegiatan yang menggabungkan unsur lingkungan dan religius itu diawali dengan penanaman pohon penghijauan di area kemah.

Kemah bakti ini digelar sebagai tindak lanjut program Menteri Agama RI tentang ekoteologi, yang menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang taat beragama sekaligus peduli terhadap lingkungan. Program tersebut juga lahir dari keprihatinan atas banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir 2025.

Kepala MAN 1 Padang Afrizal SAg mengatakan, kegiatan ini menjadi pemantik gerakan penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon di kawasan hulu sungai yang diduga menjadi salah satu pemicu banjir bandang. “Karena dilarbelakangi bencana alam banjir bandang tersebut MAN 1 Padang terinspirasi untuk melakukan penghijauan dengan menanam 1.000 pohon penghijauan di hulu sungai yang memicu banjir bandang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanaman seribu pohon itu mendapat dukungan dari Pemko Padang melalui Dinas Pertanian. Titik tanam dipusatkan di tiga kelurahan dan dua kecamatan, yakni Kelurahan Koto Panjang dan Ikua Koto (KPIK), Lubuk Minturun, serta hulu Batang Guo Kuranji di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan yang berbasis lingkungan dan nilai-nilai ketuhanan ini bisa mengantisipasi bencana alam, khususnya banjir bandang yang merupakan bencana ekologi,” kata Afrizal yang akrab disapa Abah.

Kabid Kurikulum Kakanwil Kemenag Sumbar Afrizal mengapresiasi langkah MAN 1 Padang yang memadukan kepedulian lingkungan dengan nilai keagamaan. Menurut dia, manfaat penanaman pohon itu baru akan terasa dalam jangka panjang, baik untuk wilayah Kecamatan Koto Tangah maupun Kecamatan Kuranji.

“Diharapkan kegiatan ini harus menjadi gagasan ke depan masuk dalam kurikulum teologi. Sebab agama dan alam tidak bisa dipisahkan. Selama ini kita konsen beragama namun kita abai dengan lingkungan, seperti sampah di lingkungan kita,” ujar Afrizal.

Ia menambahkan, agama telah mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. Di sisi lain, agama juga menegaskan kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah manusia. “Maka jadikanlah kegiatan ini berkelanjutan ke depan,” katanya.

Maigus Nasir menyebut banjir bandang yang melanda Padang pada akhir 2025 sebagai bukti nyata rusaknya lingkungan. Ia menilai penyebab bencana itu tidak dapat dibantah karena berkaitan dengan perilaku manusia terhadap hutan dan alam.

“Penyebabnya tidak terbantahkan, bencana ini terjadi karena telah terjadi kerusakan di darat oleh perilaku tangan manusia khususnya terhadap hutan,” ucap Maigus.

Ia menjelaskan, bencana tersebut menimbulkan kerugian materi hingga korban jiwa di Kota Padang. Salah satu dampak terparah terlihat saat sembilan jembatan putus dihantam banjir yang membawa kayu gelondongan.

Karena itu, kata Maigus, menjaga keseimbangan alam harus menjadi perhatian utama. Ia juga mengaitkan pelestarian lingkungan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.

“Karena itu perlu didukung kegiatan MAN 1 Padang ini dengan melakukan penanaman seribu pohon penghijauan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk mengantisipasi bencana ekologi pada masa mendatang,” ujarnya.

Maigus menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Padang untuk mewujudkan kota pintar dan berkemajuan. Ia juga menegaskan tidak ada lagi sekat antara sekolah agama dan sekolah umum.

Ia mencontohkan, dalam upaya mewujudkan Padang Pintar, pernah ada siswa madrasah yang terancam dikeluarkan karena tidak mampu membayar kewajibannya. Namun, kata dia, Wali Kota Padang langsung melunasi seluruh tunggakan agar siswa itu bisa kembali belajar.

Selain itu, program Smart Surau juga disebut menjadi bagian dari agenda religius Pemko Padang yang mendorong surau menjadi pusat pembinaan generasi berkarakter.

“Saat ini Kota Padang ini tidak saja butuh orang-orang cerdas, akan tetapi kota ini sangat membutuhkan orang baik, jujur dan soleh,” ujar Maigus.