www.domainesia.com
News

TPU Tunggul Hitam Diterjang Banjir, Peti Jenazah Hanyut, Akses Lumpuh!

15
×

TPU Tunggul Hitam Diterjang Banjir, Peti Jenazah Hanyut, Akses Lumpuh!

Sebarkan artikel ini
banjir-rendam-tpu-tunggul-hitam,-ada-makam-yang-hanyut
Banjir Rendam TPU Tunggul Hitam, Ada Makam yang Hanyut

Padang – Banjir yang melanda Kota Padang pada hari Selasa (26/11/2025) telah menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas warga dan kondisi lingkungan. Hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan meluapnya Sungai Batang Kuranji, yang berakibat pada terendamnya area pemakaman TPU Tunggulhitam hingga mencapai ketinggian satu meter. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat sekitar, terutama terkait dengan potensi kerusakan dan hilangnya makam.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa hampir seluruh area pemakaman tertutup oleh genangan air, yang sangat menyulitkan proses identifikasi makam. Lebih jauh lagi, terdapat laporan mengenai beberapa makam yang hilang dan peti jenazah yang hanyut terbawa arus banjir. Kejadian ini menambah kesedihan dan keprihatinan warga terhadap kondisi TPU Tunggulhitam.

Seorang warga sekitar, Farid (37), menuturkan bahwa hujan deras yang berlangsung sejak Senin malam menjadi penyebab utama terjadinya banjir. “Iya, kuburan dipenuhi air. Kemungkinan naik air dari dini hari tadi,” ujarnya, menggambarkan situasi yang terjadi dengan cepat dan tak terduga.

Tidak hanya area pemakaman yang terdampak, warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Kuranji, khususnya di Kelurahan Air Tawar Timur, juga merasakan kecemasan yang sama. Mereka khawatir luapan air sungai akan merendam rumah-rumah mereka. Marni (64), seorang warga setempat, mengungkapkan, “Kami saat ini sedang was-was karena bisa jadi luapan air Batang Kuranji ini terdampak ke rumah kami. Sekarang barang-barang sudah dinaikkan. Sekarang saja air hampir masuk ke rumah,” menggambarkan upaya preventif yang dilakukan warga untuk melindungi harta benda mereka.

Selain dampak terhadap pemukiman dan area pemakaman, banjir juga menyebabkan gangguan signifikan terhadap akses transportasi. Jalur utama dari Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggulhitam dan Siteba terendam air dengan ketinggian mencapai 30-50 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan jalur tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan berukuran besar, sehingga arus lalu lintas dialihkan sementara melalui jalan tepian sungai TPU Tunggul Hitam. Pengalihan arus ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kemacetan dan memastikan mobilitas warga tetap terjaga, meskipun dengan rute yang berbeda.